Flash News
No posts found

Kasrin “Haji Misterius” : MUI Turun Tangan, Siapkan Jurus Ampuh

Banyak tamu yang datang meminta dido’akan oleh Kasrin.

Banyak tamu yang datang meminta dido’akan oleh Kasrin.

Pamotan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Rembang akan turun tangan, untuk menelusuri kisah Kasrin (60 tahun), warga dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan yang dianggap pergi berhaji, melalui bantuan mahluk halus sebangsa jin.

Ketua MUI Kab. Rembang, Zaenudin Jafar, Kamis siang (06 Oktober 2016) menyatakan umat Islam memang diwajibkan percaya adanya makhluk gaib. Tapi ia menghimbau masyarakat jangan mudah terpengaruh, apabila seseorang mengaku telah menunaikan ibadah haji, tanpa mendaftarkan diri terlebih dahulu. Apalagi Kasrin menyampaikan konon sebatas mengikuti Indi, perempuan yang tidak diketahui dari mana asal usulnya.

Zaenudin enggan menduga – duga apakah Kasrin berbohong atau tidak. Tapi menurutnya belakangan ini semakin banyak warga yang memanfaatkan kepercayaan dunia lain, untuk disalahgunakan. Dalam waktu dua hari ini, MUI Kab. Rembang menggelar rapat, guna menindaklanjuti masalah Kasrin. Bahkan pihaknya menyiapkan salah satu cara ampuh, guna membuktikan apakah Kasrin benar – benar berada di tanah suci atau masih tetap di Indonesia, selama yang bersangkutan pergi meninggalkan rumah. Sambungan komunikasi Kasrin dengan keluarga, bisa dilacak posisinya. Semua informasi dari berbagai sumber mesti dikaji, sampai pada akhirnya MUI mengumumkan kesimpulan.

Zaenudin Jaffar mengingatkan masyarakat lebih waspada. Jangan sampai fenomena tersebut dimanfaatkan orang lain, mengikuti jejak Kasrin dan menjadi ladang penipuan. Semisal membuka pendaftaran jemaah haji lewat jalur gaib, dengan mematok bayaran tertentu.

Kasrin, warga dusun Gembul desa Sumberejo membantah jika dirinya dituding ingin mencari sensasi. Pria yang sehari – hari menjadi tukang becak di sekitar Pasar Lasem ini mengaku hanya ikut Bu Indi. Total selama 44 hari berada di tanah suci. Tapi ia sulit memastikan apakah menjalani towaf, wukuf, lempar jumrah maupun syarat rukun wajib haji lainnya.

Soal menginap, Kasrin mengklaim berada di dalam hotel, bersama dengan jemaah haji lain. Kasrin heran, kenapa jemaah tidak melihat dirinya. Sedangkan ia bisa mengamati situasi sekitar. Terkait air zam – zam yang disajikan kepada tamu, dibeli oleh anaknya di Indonesia. Bukan langsung dari tanah suci. Pengakuan lebih mengejutkan, ketika Kasrin mengatakan selama berhaji, pernah pulang sebanyak 3 kali, karena kangen keluarga.

Sementara itu Suwarno, warga dusun Jeruk desa Sendangagung Kec. Kaliori menuturkan hari Kamis bersama dua rekannya sengaja datang ke rumah Kasrin, ingin mengobati rasa penasaran. Mendengar cerita Kasrin, Suwarno menanggapi antara percaya dan tidak. Dirinya mendukung apabila ada upaya MUI, agar semuanya menjadi terang benderang.

Saat berada di rumah Kasrin, tamu dari berbagai daerah masih ramai berdatangan. Mendengar materi pembicaraan, Suwarno tahu motivasi mereka macam – macam. Ada yang hanya sekedar ingin ketemu, meminta minuman untuk menyembuhkan penyakit, bahkan ada pula warga datang khusus minta dido’akan Kasrin, agar tanahnya yang akan dijual cepat laku. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *