Flash News
No posts found

Penguasaan Pasar Semen Gresik Di Eks Karesidenan Pati, Ini Angkanya

Penyanyi Fatin Shidqia menghibur penonton, Rabu malam. (gambar atas) sejumlah model menunjukkan replika produk semen.

Penyanyi Fatin Shidqia menghibur penonton, Rabu malam. (gambar atas) sejumlah model menunjukkan replika produk semen.

Rembang – Penjualan Semen Gresik di Kab. Rembang, Kudus, Pati, Blora, Purwodadi dan Jepara menembus angka hampir 300 ribu ton. Angka itu dihitung sejak bulan Januari hingga September tahun 2016 ini.

Demikian penjelasan Direktur Komersial PT Semen Gresik, Muhammad Saifudin ketika acara temu pelanggan di gedung Balai Kartini Rembang, Rabu malam (05/10). Jika dibandingkan periode yang sama tahun 2015 lalu, terjadi peningkatan 14 %. Lonjakan dipicu oleh banyaknya proyek infrastruktur, seperti jalan, irigasi, fasilitas umum dan pembangunan wilayah pedesaan. Menurut Saifudin, dengan data tersebut, Semen Gresik menguasai pasar 38 % di wilayah eks Karesidenan Pati.

Seorang pelanggan asal Jepon Kab. Blora, Jatim Voerman mengatakan dalam sebulan mampu menjual produk Semen Gresik rata – rata 1.500 ribu ton. Kebetulan lahirnya Undang – Undang Desa juga berdampak positif terhadap omset, karena permintaan terus meningkat. Soal harga Semen Gresik dengan produk lain sebenarnya hampir sama, antara Rp 45 – 50 ribu per sak. Tapi memang banyak program promo, sehingga ia lebih memilih Semen Gresik.

Sementara itu, temu pelanggan Rabu malam diikuti 900 an orang. Mereka diberi bekal bisnis oleh motivator Tung Desem Waringin dan video inspirasi dari Renald Khasali. Pelanggan kemudian disuguhi penampilan penyanyi Fatin Shidqia, sekaligus mendapatkan hadiah door prize senilai ratusan juta rupiah. Rencananya kegiatan semacam ini akan digelar rutin, demi menanamkan loyalitas distributor maupun pemilik toko. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *