Flash News
No posts found

Disinggung Lumpur Lapindo, Pertamina Beberkan Perbedaan Dengan Rembang

GM Pertamina Hulu Energi Randugunting II, Abdul Muthalib Masdar memaparkan perbedaan antara kondisi geologi Kab. Rembang dengan Sidoharjo, Jatim.

GM Pertamina Hulu Energi Randugunting II, Abdul Muthalib Masdar memaparkan perbedaan antara kondisi geologi Kab. Rembang dengan Sidoharjo, Jatim.

Rembang – Bagaimana tanggapan pihak Pertamina, ketika ditanya mengenai kekhawatiran masyarakat bahwa pengeboran Migas di desa Krikilan Kec. Sumber bisa mengakibatkan bencana seperti Lumpur Lapindo ?

Menyangkut hal itu, Abdul Muthalib Masdar, General Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting II, saat jumpa pers di TerrasKota, Kamis malam (06/10) menjelaskan ada sejumlah perbedaan mendasar, antara geologis Kab. Rembang dengan Sidoharjo, Jawa Timur. Menurutnya, jarak Rembang – Sidoharjo sekira 195 kilo meter. Dari sisi kedalaman pengeboran, di desa Krikilan hanya 1.500 meter, sedangkan sumur Banjar Panji Sidoharjo mencapai 2.500 meter, kemudian pengeboran Krikilan tidak sampai menembus lapisan serpih tebal, tidak terdapat jalur gunung lumpur dan posisi Rembang jauh dari jalur gempa.

Ia berharap data – data tersebut bisa sesuai dengan kenyataan sesungguhnya. Pengeboran akan berlangsung tanggal 15 November mendatang, rentang waktunya selama 40 hari. Pada hari ke 27, sudah bisa diketahui berapa besar kandungan minyak dan gas di titik tersebut. Namun jika mengacu hasil survei tahun 1996 silam, kandungan Migas di bumi Krikilan sangat kecil. Gas pada angka 5,2 MMSCFD, kemudian minyaknya 10 BCPD. Sebenarnya tidak layak dibor, tapi karena Indonesia sudah mengalami krisis bahan bakar minyak, maka harus ada keberanian spekulasi. Nilai investainya saja, Rp 50 – 60 miliar. Ketika mendengar usulan itu, SKK Migas sempat menganggap gila. Butuh 25 kali rapat, sampai pada akhirnya SKK Migas menyetujui rencana pengeboran di desa Krikilan.

Abdul Muthalib menambahkan resiko gagal memang kerap dialami. Sebelumnya, ketika mengebor 4 titik sumur di Kab. Blora, juga tak membuahkan hasil. Kebetulan pemerintah memberikan masa eksplorasi kepada PHE Randugunting II, terakhir tanggal 08 Agustus 2017.

Jika ternyata seusai pengeboran, belum ditemukan kandungan Migas, maka hampir pasti Pertamina hengkang dari Rembang dan tidak akan kembali lagi. Artinya, masa – masa sekarang dianggap cukup kritis bagi PHE Randugunting II. Tapi sebaliknya kalau muncul kandungan Migas berlimpah, Pertamina akan bertahan. Ia memohon do’a masyarakat, agar sukses.

Sebelumnya, Kepala Desa Krikilan Kec. Sumber, Sukirno mengungkapkan warga berharap banyak terhadap proyek tersebut. Kalau berhasil, paling tidak angka pengangguran akan berkurang. Selain itu, keberadaan Pertamina diharapkan mempercepat pembangunan di desanya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *