Flash News
No posts found

Fenomena Kasrin, Begini Fatwa MUI Rembang

Ketua MUI Kab. Rembang, Zaenudin Jafar menunjukkan tim dari MUI bertemu dengan Kasrin. (gambar atas) MUI membahas fenomena Kasrin, Sabtu siang.

Ketua MUI Kab. Rembang, Zaenudin Jafar menunjukkan tim dari MUI bertemu dengan Kasrin. (gambar atas) MUI membahas fenomena Kasrin, Sabtu siang.

Rembang – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Rembang, Sabtu siang (08 Oktober 2016) mengeluarkan fatwa bahwa Kasrin (60 tahun), warga dusun Gembul desa Sumberejo Kec. Pamotan tidak pernah naik haji.

Hal itu setelah tim investigasi MUI Kab. Rembang, Jum’at sore menerjunkan 3 orang, masing – masing Zaenuddin Jafar selaku ketua tim, Abdul Wakhid Hasbi Bendahara MUI dan Ketua Komisi Fatwa MUI Ahmad Toha, langsung datang ke rumah Kasrin, untuk melakukan klarifikasi.

Ketua Umum MUI Kab. Rembang, Munib Muslih menjelaskan pihaknya memilih langkah tersebut, untuk mendapatkan kejelasan, supaya fenomena Kasrin tidak menimbulkan fitnah dan tanda tanya di tengah masyarakat. MUI merasa punya tanggung jawab untuk memberikan pencerahan, karena berita tentang Kasrin sudah beredar luas se Indonesia.

Ketua Tim Investigasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Rembang, Zaenuddin Jafar menjelaskan selama di rumah Kasrin, dirinya mengorek keterangan mengenai awal mula keberangkatan Kasrin dan berbagai masalah seputar haji.

Ketika disinggung apakah mempunyai kain ihram, Kasrin menyatakan tidak punya. Padahal kain ihram menjadi kewajiban bagi jemaah haji pria. Kemudian apakah Kasrin melakukan lempar jumrah di Mina dan wuquf di Padang Arafah, jawaban Kasrin tidak tahu, karena hanya mengikuti seseorang bernama Indi. Apalagi tidak ada seorangpun saksi yang mengetahui Kasrin berada di tanah suci. Maka setelah menelaah syarat rukun wajib haji tidak dilalui, MUI berkesimpulan Kasrin belum berhaji.

Zaenuddin langsung menyarankan kepada Kasrin, untuk tidak lagi mengaku telah berhaji, lantaran bisa memancing polemik berkepanjangan. Begitu pula dengan masyarakat yang ramai berbondong – bondong ke rumah Kasrin memohon do’a dan air minum yang dipercaya mendatangkan berkah. Sebaiknya segera dihentikan, karena pihaknya khawatir akan mengarah pada perbuatan syirik. Satu sisi, Zaenudin kasihan melihat Kasrin. Namun di sisi lain, pengakuan yang bersangkutan mesti diluruskan.

Saat tim Majelis Ulama Indonesia Kab. Rembang menemui Kasrin, kebetulan puluhan warga setempat dan para tamu juga ikut mendengarkan. Umumnya mereka lega atas kehadiran MUI, karena bisa menjadi penyeimbang atas keragu – raguan yang selama ini terpendam. Mendengar arahan tim MUI, Kasrin lebih banyak terdiam dan sesekali mengangguk – anggukkan kepala.

Sebelumnya, Kasrin mengaku berhaji, konon berkat bantuan makhluk halus sebangsa jin, bernama Indi. Informasi tentang Kasrin langsung menyebar cepat. Pengunjung dari berbagai daerah berdatangan kerumah Kasrin, semenjak dikabarkan pulang, tanggal 04 Oktober lalu. Bahkan tamu banyak membawa semacam sumbangan gula pasir. Kini puluhan sak berisi gula pasir menumpuk di ruang dapur rumah Kasrin. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *