Flash News
No posts found

Kepulangan Haji Kloter 48 Diwarnai Penuh Deg – Degan

Bupati dan Wakil Bupati Rembang menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 48, Jum’at malam.

Bupati dan Wakil Bupati Rembang menyambut kedatangan jemaah haji Kloter 48, Jum’at malam.

Rembang – Kepulangan jemaah haji asal Kab. Rembang Kloter 48 terlambat cukup lama, gara – gara saat pesawat akan mengisi bahan bakar, tidak bisa langsung mendarat. Penyebabnya, ada pesawat kecil rusak dan menutupi landasan pacu. Jika semula kedatangan 351 jemaah dijadwalkan sampai di Embarkasi Donohudan Jum’at pukul 14.45 WIB, ternyata baru tiba Jum’at malam sekira pukul 22.00 WIB atau terlambat 7 jam lebih.

Salah satu jemaah haji Kloter 48, Wahyu Salvana mengungkapkan dari hasil informasi krew pesawat menyampaikan waktu itu pesawat terbang akan mendarat di Colombo Srilanka, rencananya mengisi bahan bakar. Tapi tidak bisa, lantaran terdapat pesawat rusak yang menutupi landasan. Pesawat pembawa jemaah muter – muter selama 1 jam, sambil menunggu evakuasi pesawat tersebut selesai. Ternyata saat akan turun ke Colombo lagi, pesawat belum juga pindah. Penumpang semakin panik, bahkan ada yang menangis, begitu listrik di dalam pesawat mendadak padam. Terdengar suara pramugari menenangkan penumpang para jemaah. Pesawat memutuskan balik, mencari bandara lain di sekitar India, guna mengisi bahan bakar dan akhirnya bisa melanjutkan penerbangan. Wahyu menambahkan penumpang sujud syukur, begitu sampai Bandara Adi Soemarmo Solo.

Jemaah disambut oleh Bupati Rembang, Abdul Hafidz di pintu masuk Gedung Muzdalifah, kompleks asrama haji Donohudan. Hafidz menyebutkan seorang jemaah haji Kloter 48 asal Sulang, Nurhamid masih menjalani perawatan di rumah sakit King Faizal Mekkah, sehingga masih tertahan di sana. Ia memohon doa dari jemaah lain, supaya yang bersangkutan lekas sembuh.

Jemaah haji Kloter 48 tiba di Rembang sekira pukul 03.00 Sabtu dini hari. Keluarga menjemput jemaah di 7 titik konsentrasi, meliputi Rembang Kota, Kec. Sulang, Kec. Kaliori, Kec. Sumber, Kec. Pamotan, Kec. Kragan dan Kec. Lasem. Suasana yang sempat diselimuti kekhawatiran, sontak berubah penuh kebahagiaan, jemaah bisa bertemu lagi dengan keluarganya masing – masing. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *