Flash News
No posts found

Proyek Pertaruhan Yang Memicu Penasaran

Bupati Rembang, Abdul Hafidz melakukan potong tumpeng sebagai tanda akan dimulainya pengeboran. (gambar atas) Bupati dan para pejabat melihat titik lokasi yang akan dibor.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz melakukan potong tumpeng sebagai tanda akan dimulainya pengeboran. (gambar atas) Bupati dan para pejabat melihat titik lokasi yang akan dibor.

Sumber – Proyek pengeboran Migas di desa Krikilan Kec. Sumber menjadi proyek pertaruhan bagi Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting 2. Jika nantinya tidak keluar Migas, maka anak perusahaan Pertamina tersebut akan langsung hengkang dari Kab. Rembang.

Hal itu diungkapkan Ali Mashar, Kepala SKK Migas Jawa, Bali dan Nusa Tenggara (Jabal Nusa) saat meresmikan pengeboran area sumur eksplorasi di desa Krikilan Kec. Sumber, hari Kamis (13 Oktober 2016). Menurutnya, PHE Randugunting 2 sudah mengebor 3 titik di luar Kab. Rembang, namun gagal. Artinya, lokasi di Krikilan merupakan proyek pertaruhan. Ia meminta kepada masyarakat membantu do’a, agar proses pengeboran berjalan lancar dan mendapatkan hasil positif. Bagaimanapun manusia hanya bisa berusaha, tapi kekayaan di dalam bumi, penguasanya adalah Allah SWT. Maka Ali berharap khusus kepada tim lapangan Pertamina, untuk selalu dekat kepada Yang Maha Kuasa.

General Manager PHE Randugunting 2, Abdul Muthalib Masdar membeberkan perjuangan pihaknya untuk bisa masuk ke Kab. Rembang, sehingga akhirnya pemerintah yakin, tergolong sangat sulit. Ia berharap dengan rintangan awal seperti itu, kelak mampu mendatangkan berkah. Tidak hanya untuk Pertamina, tetapi juga masyarakat secara luas.

Eko Rubiantoro, selaku Vice President Explorasi PHE Randugunting mengungkapkan alat – alat berat mulai masuk tanggal 15 Oktober 2016. Ia memohon masyarakat memaklumi. Aksesnya antara jalur Pantura pertigaan desa Dresi Kulon Kec. Kaliori – Wiroto – Sekarsari – Sumber – Krikilan. Mobilisasi truk – truk besar dilakukan pada malam hari, supaya tidak terlalu mengganggu aktivitas warga. Perkiraan selama masa pengeboran 40 hari. Pengeboran sendiri, baru dimulai tanggal 15 November mendatang.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam kegiatan tersebut menyatakan Pertamina belum perlu melengkapi analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal), lantaran masih tahap mencari kepastian, apakah ada Migas atau tidak. Baru jika kelak sudah mulai eksplorasi Migas, Pertamina wajib melengkapi Amdal. Pernyataan tersebut untuk menjawab sejumlah kalangan yang mempermasalahkan belum adanya Amdal. Keluarnya izin lingkungan dari Pemkab, semata – mata bagian tugas pemerintah, dengan tetap memperhatikan seluruh regulasi aturan. Ia menegaskan bukan karena Bupati mencari – cari keuntungan pribadi.

Hafidz mengingatkan jika kelak ternyata keluar Migas, Pertamina jangan sampai melupakan masyarakat, terutama untuk wilayah Kec. Sumber dan Kec. Kaliori. Tenaga kerja lokal yang baru terserap 33 %, harus bisa ditingkatkan jumlahnya. Hal itu langsung disambut tepuk tangan meriah dari tamu undangan yang hadir.

Sebagai penutup, berlangsung potong tumpeng dan pembagian paket Sembako kepada warga. Setelah itu, Bupati Abdul Hafidz, Wakil Bupati Bayu Andriyanto, sejumlah pejabat terkait, didampingi petugas Pertamina meninjau lokasi titik pengeboran Migas. Terdapat lubang berbentuk kotak ukuran 4 x 2 meter yang akan menjadi pusat pengeboran. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *