Flash News
No posts found

Bupati Tanya Kemungkinan Gas Beracun, Begini Jawaban Pertamina

Salah satu lokasi yang disiapkan untuk menampung limbah pengeboran Migas di desa Krikilan Kec. Sumber.

Salah satu lokasi yang disiapkan untuk menampung limbah pengeboran Migas di desa Krikilan Kec. Sumber.

Sumber – Bupati Rembang, Abdul Hafidz sempat menanyakan terkait kemungkinan adanya gas beracun, dalam proyek pengeboran Migas di desa Krikilan Kec. Sumber yang akan dimulai tanggal 15 November mendatang. Hafidz menganggap hal itu penting, karena demi keselamatan para pekerja dan juga masyarakat sekitar.

Pertanyaan tersebut langsung dijawab oleh pimpinan proyek pengeboran, Rico Media Putra dan General Manager Pertamina Hulu Energi (PHE) Randugunting 2, Abdul Muthalib Masdar.

Rico Media Putra menyatakan pihaknya memasang sensor gas beracun Hidrogen Sulfida (H2S). Begitu ada potensi keluarnya gas beracun, bisa cepat terdeteksi, sehingga segera dilakukan langkah – langkah penanganan. Namun dari penjelasan staf khusus survei, tanah yang akan dibor di desa Krikilan tidak mengandung gas beracun.

Rico juga membeberkan mengenai pembuangan limbah air dan tanah sisa pengeboran. Kali pertama ditampung ke dalam kolam besar. Setelah itu dipisahkan menuju tempat penampungan yang lebih kecil. Begitu dicek melalui tes laboratorium, ternyata tidak berbahaya, barulah dialirkan ke alam bebas.

General Manager Pertamina Hulu Energi Randugunting 2, Abdul Muthalib Masdar mengatakan hasil survei memperinci bahwa di area yang akan dibor, bebas dari ancaman gas beracun. Justru kualitas rongga tanah di dalamnya termasuk bagus, sehingga diprediksi tidak perlu penanganan khusus.

Sementara itu Johan Hutasoit, dari tim savety mengungkapkan masalah keamanan dibagi dalam 3 ring kawasan. Ring 3 berjarak 400 meter dari titik pengeboran, kemudian ring 2 berjarak 100 meter dan ring 1 merupakan lokasi pengeboran. Mendekati kawasan pengeboran, pekerja yang bisa masuk secara otomatis akan semakin terseleksi oleh petugas keamanan.

Hutasoit menambahkan sudah banyak rambu petunjuk keamanan di sekitar lokasi pengeboran. Siapapun yang masuk area wajib mematuhi, karena dalam bekerja, keselamatan menjadi paling utama. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *