Flash News
No posts found

Depan Pelabuhan Tak Terurus, Meski Kerap Dilaporkan

Jalur Pantura depan Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke yang kerap dilanda banjir.

Jalur Pantura depan Pelabuhan Tanjung Bonang Sluke yang kerap dilanda banjir.

Sluke – Jalur Pantura di depan Pelabuhan Tanjung Bonang desa Sendangmulyo Kec. Sluke masih kerap terendam banjir, saat hujan deras. Akibatnya kondisi tersebut mengganggu pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor. Mereka kadang takut lewat dan memilih menunggu banjir surut.

Seorang pengendara sepeda motor, Abdul mengatakan hujan deras 1 jam saja, genangan air yang menggenangi jalur Pantura sudah mencapai ketinggian 30 centi meter. Apalagi jika hujan turun dalam rentang waktu lama, pasti akan jauh lebih parah. Menurutnya, posisi jalan memang agak rendah, sehingga menjadi pusat larinya air. Pengerukan lahan untuk tanah uruk yang marak di selatan jalan, membuat aliran air bercampur tanah kian besar. Hal itu diperparah saluran drainase tidak layak dan sulit menampung besarnya air, gara – gara tertutup tanah. Abdul menambahkan genangan air di depan pelabuhan sudah terjadi sejak lama, namun sampai sekarang tak kunjung ditangani.

Kepala Desa Sendangmulyo Kec. Sluke, Asrori membenarkan saluran drainase terlalu sempit. Mestinya diperbesar, supaya air lekas masuk kedalam saluran dan langsung menuju laut. Pihak desa sudah berulang kali menyampaikan kepada pemerintah, sayangnya belum serius ditindaklanjuti. Padahal jalan tersebut merupakan akses jalur nasional yang selalu ramai oleh lalu lalang kendaraan.

Menurut Asrori, genangan air biasanya cepat surut. Meski demikian, tetap saja menghambat perjalanan. Ia mendesak Bina Marga segera turun tangan, supaya peristiwa serupa tidak terulang lagi. Lebih – lebih belakangan ini curah hujan di wilayah Kab. Rembang terus meningkat.

Asrori menambahkan pasca banjir, jalur Pantura pelabuhan juga rawan kecelakaan, dampak dari banyaknya ceceran tanah berpasir sisa banjir di pinggir jalan. Manakala pengendara motor melaju dengan kecepatan tinggi, sangatlah membahayakan, karena ban mudah tergelincir. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *