Flash News
No posts found

Warga Pendukung Pabrik Semen Demo, Gulirkan 3 Tuntutan

Warga Kab. Rembang, Jum’at pagi menggelar aksi demo mendukung operasional pabrik semen, PT Semen Indonesia.

Warga Kab. Rembang, Jum’at pagi menggelar aksi demo mendukung operasional pabrik semen, PT Semen Indonesia.

Semarang – Ratusan warga Kab. Rembang, yang tergabung dalam Forum Rakyat Rembang Bersatu (FRRB) Jumat (14/10) siang tadi menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, di Jalan Pahlawan, Kota Semarang.

Mereka menggelar aksi menanggapi putusan Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan salah seorang petani Rembang dan LSM Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), terkait izin lingkungan pembangunan pabrik PT Semen Indonesia di Rembang.

Demo yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB itu, diawali dengan aksi long-march (jalan kaki) dari Kawasan Videotron menuju ke depan pintu gerbang Kantor Halaman Pemprov Jateng. Sambil berorasi, mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan warga yang mendukung tetap berdirinya pabrik semen PT. Semen Indonesia.

Beberapa poster dan spanduk itu berbunyi; ‘ Pak Ganjar, Ojo Wedi Teruskan Izin Pabrik Semen’, ‘Pabrik Semen Lanjutkan’, ‘Ayo Lanjutkan!!! Demi Rembang !! Demi Indonesia 100% Indonesia’, ‘Ijin Pabrik Lanjut !!!, ‘Satu Kata Untuk Pabrik Semen La njutkan !!!, ‘Anak Putu Kulo Butuh Pabrik Semen!!!’.

Dalam orasinya, Koordinator Aksi FRRB Abdul Wachid, menyatakan bahwa keputusan MA yang mengabulkan gugatan segelintir orang yang mengatasnamakan warga Rembang untuk mencabut izin pabrik semen telah melukai hati nurani dan rasa keadilan. Wachid meyakini pembangunan pabrik semen membawa manfaat bagi warga.

Sementara itu warga desa Tegaldowo Kec. Gunem, Dwi Joko mengaku kecewa dengan putusan MA yang justru mengabulkan gugatan sejumlah warga. Menurut Dwi, jumlah mereka tak lebih lima persen dari total warga lima desa yang mencapai 3.500 kk dengan 12.000 lebih jiwa. Dwi Joko berharap pemerintah tidak menghentikan pembangunan pabrik semen.

Pernyataan itu diamini Sudarji, Ketua LPMD Tegaldowo. Menurutnya sebagian besar warga mendukung berdirinya pabrik semen. Bagi Sudarji, pembangunan pabrik tidak akan merusak sumber air, karena wilayah eksplorasi telah diatur sedemikian rupa. Dulu ada 7 perusahaan yang mengolah tambang di wilayah desa Tegaldowo tak pernah dipersoalkan, kenapa pabrik semen milik negara justru ditolak.

Selain melakukan orasi, mereka juga membagikan ribuan selebaran tuntutan yang berisi tiga tuntutan, diantaranya; Pertama, mayoritas warga kabupaten Rembang tidak pernah merasa dirugikan dan terancam oleh pembangunan pabrik Semen Indonesia. Kemudian tuntutan yang kedua, pemerintah seharusnya bersikap tegas dan memihak kepada rakyat banyak. Lalu tuntutan terakhir atau ketiganya adalah membiarkan Pabrik Semen Indonesia di Rembang tetap berdiri dan beroperasi sehingga membuka lapangan pekerjaan.

Usai melakukan orasi dan membacakan tuntutanya, tiga orang dari perwakilan pengunjukrasa diterima oleh Staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pemprov Jateng, untuk meneruskan tuntutan mereka ke Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Massa yang menggelar aksi dengan tertib itu kemudian membubarkan diri setelah melakukan aksi jalan kaki kembali ke Kawasan Videotron Jalan Pahlawan, Kota Semarang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *