Flash News
No posts found

Untuk Lebih Menggairahkan, Bupati Siapkan SK Khusus

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mencoba membatik. (gambar atas) suasana ajang carnival batik tulis Lasem, Sabtu pagi.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz mencoba membatik. (gambar atas) suasana ajang carnival batik tulis Lasem, Sabtu pagi.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz siap mengeluarkan surat keputusan (SK) yang mengatur tentang kewajiban mengenakan baju batik tulis Lasem.

Hal itu diungkapkan Bupati, saat membuka kegiatan Metamorfosa Batik Tulis Lasem di Pendopo Museum Kartini Rembang, Sabtu pagi (15 Oktober 2016). Menurutnya, sasaran kewajiban memakai batik tulis Lasem ditujukan kepada pegawai dinas/instansi pemerintah, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), kemudian pelajar SD hingga mahasiswa. Mengenai harinya, akan ditentukan lebih lanjut. Minimal sehari dalam sepekan. Yang jelas, SK itu akan mulai diberlakukan pada tahun 2017 mendatang.

Upaya tersebut menjadi bentuk keseriusan Pemkab Rembang, untuk semakin mengenalkan batik tulis Lasem. Kalau warga luar daerah maupun luar negeri sudah banyak yang memakai batik tulis Lasem, semestinya sebagai warga Kab. Rembang juga merasa bangga mengenakan batik tulis Lasem. Dengan terbitnya SK, diharapkan gaungnya akan lebih bergairah.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Dan UMKM Kab. Rembang, Muntoha menyatakan kebetulan hari Sabtu berlangsung lomba desain batik. Ada 40 karya desain. Nantinya akan dipilih yang paling menarik, setelah itu direkomendasikan kepada Pemkab, untuk bisa dipertimbangkan menjadi baju seragam.

Selain lomba desain batik, pihaknya juga mengadakan lomba membatik diikuti 135 orang dan carnival batik tulis Lasem, dengan 38 an orang peserta. Topik besarnya mengangkat batik Lasem untuk dunia. Soal dana daerah yang digelontorkan dalam pengembangan batik tulis, menurutnya masih minim jika dibandingkan dengan daerah lain.

Muntoha menambahkan dana jangan menjadi alasan, tidak ada perubahan lebih baik. Maka Disperindagkop butuh sokongan bantuan dari satuan kerja lain, salah satunya Dinas Pendidikan. Contohnya saat ini sudah ada muatan lokal membatik di sekolah, untuk menyiapkan generasi – generasi penerus. Sementara, muatan lokal membatik baru di Kec. Lasem dan Kec. Pancur. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *