Flash News
No posts found

Soal Minimnya Air, Distanhut Gulirkan Sejumlah Jurus

Seorang petani di desa Gunungsari Kec. Kaliori mengalirkan air ke sawahnya. Pemkab Rembang saat ini menjalankan langkah – langkah kebijakan seputar ketersediaan air.

Seorang petani di desa Gunungsari Kec. Kaliori mengalirkan air ke sawahnya. Pemkab Rembang saat ini menjalankan langkah – langkah kebijakan seputar ketersediaan air.

Rembang – Pemerintah Kabupaten Rembang terus berupaya meningkatkan ketersediaan air, untuk menunjang produksi pertanian.

Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin menyadari sebagian besar lahan pertanian di wilayahnya termasuk tadah hujan. Maka tahun ini pihaknya fokus menyiapkan tampungan air. Contohnya, dengan membuat 95 unit sumur dangkal, kemudian dilanjutkan tahun 2017 sebanyak 200 buah sumur dangkal. Sumur dangkal merupakan salah satu program yang masuk dalam visi misi pasangan kepala daerah.

Begitu pula dengan embung, dari APBD Kab. Rembang 5 unit, sedangkan melalui anggaran pemerintah pusat mencapai 10 unit.

Suratmin mengakui minimnya air mengganggu pola tanam. Imbasnya, serapan pupuk di tingkat petani cukup rendah tahun ini. Bahkan banyak pengecer yang meminta uangnya kembali, lantaran pupuk tidak laku. Ia mengungkapkan masih ada stok pupuk 9 ribuan ton. Dengan perkiraan lahan pertanian yang ditanami padi seluas 21 ribu hektar, menurutnya masih mencukupi kebutuhan petani.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto menjelaskan pihaknya tengah mendata akses jalan untuk perdagangan dan pertanian. Kalau rusak, akan ditata secara bertahap, supaya membantu kelancaran pengangkutan hasil pertanian.

Bayu menambahkan pemerintah tak bisa bergerak sendiri. Butuh sokongan dari swasta, demi percepatan kemajuan sektor pertanian. Ia mencontohkan baru saja dana CSR PT Semen Indonesia dikucurkan, guna membangun dua embung di desa Tegaldowo Kec. Gunem dan desa Maguan Kec. Kaliori. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *