Flash News
No posts found

Poligami Dan Buku Nikah Palsu, Begini Jurus Kemenag

Buku nikah palsu yang diamankan Polres Rembang.

Buku nikah palsu yang diamankan Polres Rembang.

Rembang – Kementerian Agama Kab. Rembang menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, terkait peredaran buku nikah palsu.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Rembang, Muhammad Atho’illah Muslim menuturkan biasanya buku nikah palsu digunakan, karena berbagai motivasi. Paling banyak, untuk sarana poligami, tapi suami belum mendapatkan izin dari isteri pertama. Pasalnya, sebelum menambah isteri baru, wajib mendapatkan putusan Pengadilan Agama dan harus mengantongi izin dari isteri. Proses semacam itu tak semudah seperti yang dibayangkan. Tapi selama masyarakat menggunakan jalur resmi pernikahan, hampir pasti terhindar dari buku nikah palsu.

Atho’illah menambahkan sosialisasi lebih banyak menggunakan peran Kantor Urusan Agama (KUA) ditingkat kecamatan.

Sementara itu, Kepala KUA Kec. Sedan, M. Afiq Munawir menjelaskan buku nikah asli mudah dikenali dari nomor register, hologram pengaman, stiker, stempel, tulisan tegak lurus dan tanda tangan Menteri Agama. Setidaknya bisa untuk bahan perbandingan dengan buku nikah palsu. Tiap kali dalam rapat koordinasi, pihaknya sering menyampaikan masalah tersebut. Bagi aparat desa, mereka dituntut memahami, supaya mampu mendeteksi sejak awal.

Sebelumnya, Polres Rembang menangkap seorang pria warga desa Maguan Kec. Kaliori, Sutomo (51 tahun). Ia menggunakan buku nikah palsu, ketika kumpul satu rumah dengan wanita berstatus janda di desa Kedungrejo – Rembang berinisial JN (42 tahun). Buku nikah untuk mengelabui masyarakat, supaya tidak menjadi sasaran protes. Masalah muncul, setelah tersangka membawa kabur sepeda motor Honda Beat, uang tunai Rp 1 juta dan emas 5 gram milik JN.

Begitu tertangkap, tersangka mengaku memalsukan buku nikah, berkat bantuan temannya di Kab. Pati. Untuk mendapatkan buku nikah palsu, Sutomo membayar ongkos Rp 2 juta. Tersangka kini terancam hukuman 5 tahun penjara. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *