Flash News
No posts found

4 Remaja Rembang Torehkan Sejarah, Meski Fasilitas Minim

Atlet wushu Kab. Rembang yang ikut dalam ajang Kejurprov Jateng dan DIY, bulan Oktober ini.

Atlet wushu Kab. Rembang yang ikut dalam ajang Kejurprov Jateng dan DIY, bulan Oktober ini.

Pamotan – Prestasi luar biasa ditorehkan kontingen wushu Kab. Rembang, yang ikut bertarung dalam Kejuaraan Provinsi wushu tingkat Jawa Tengah dan DIY. Rembang mampu menggondol 2 medali emas dan 2 medali perak.

Syamsul Huda, pelatih cabang olahraga wushu, Kamis siang (20 Oktober 2016) mengatakan pihaknya mengirimkan 4 orang atlet dan semua mendapatkan medali.
Medali emas diraih dirinya sendiri yang turun pada kelas 48 Kg senior putra, Nurafif kelas 52 Kg senior putra, kemudian dua medali perak direbut Ayu Aryanti kelas 48 Kg senior putri dan Feri Hendriyan yang turun pada kelas 48 Kg senior putra. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan sejarah bagi Kab. Rembang, karena selama ini untuk kelas senior sulit bersaing dengan daerah lain.

Ia menganggap ajang Kejuaraan Provinsi kali ini menjadi pemanasan atlet, sebelum mengikuti Pekan Olahraga Provinsi Jawa Tengah tahun 2018 di Tegal. Keberhasilan itu berkat persiapan matang, karena mereka dibina mulai tahun 2013 lalu, sejak masih yunior.

Syamsul Huda mengakui sarana pra sarana latihan di Kab. Rembang untuk cabang wushu memang masih minim. Sementara pihaknya memanfaatkan aula SMA N I Pamotan. Saat latihan bantingan, atlet terpaksa pindah menuju ke lapangan sepak bola, lantaran belum mempunyai matras yang memadai. Meski demikian di tengah minim fasilitas, dirinya selalu memompa semangat atlet, agar kondisi itu jangan menjadi halangan.

Kebetulan semua atlet berasal dari Kec. Pamotan, sehingga mudah dikoordinir. Ia sendiri dari desa Sumberejo Kec. Pamotan, kemudian Nurafif warga desa Segoromulyo, Ayu warga desa Pamotan, sedangkan Feri merupakan remaja desa Tempaling.

Ditanya daerah mana yang menjadi lawan terberat dalam pagelaran Porprov kelak ? Setelah mengamati perkembangan atlet, kontingen kota Semarang, Kab. Semarang dan Salatiga termasuk yang paling diunggulkan. Hal itu wajar, karena ketiga daerah tersebut diperkuat atlet – atlet PON. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *