Flash News
No posts found

Saksi Mahkota Enggan Datang Ke Persidangan, Ini Sebabnya

Korban Damisih diperankan orang lain ketika reka ulang, belum lama ini. Damisih yang menjadi saksi mahkota masih trauma.

Korban Damisih diperankan orang lain ketika reka ulang, belum lama ini. Damisih yang menjadi saksi mahkota masih trauma.

Rembang – Pengadilan Negeri Rembang, hari Selasa (25 Oktober 2016) menggelar sidang perdana kasus perampokan yang menewaskan H. Sarno (54 tahun), seorang pengusaha emas di desa Maguan Kec. Kaliori.

Pada sidang kali ini, baru terdakwa TG (32 tahun) warga Kampung Bojong desa Kemasan Kec. Cinangka Kab. Serang – Banten yang disidangkan. TG dalam kasus tersebut berperan sebagai penadah emas barang curian. Ia sebelumnya juga tercatat sebagai residivis. Untuk terdakwa lain yang menjadi eksekutor korban, akan disidangkan secara terpisah di lain hari.

Agenda sidang perdana adalah pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum. Sidang berikutnya baru dilanjutkan pemeriksaan saksi.

Kepala Desa Maguan Kec. Kaliori, Purwoto mengaku sempat ditelefon pihak Polres Rembang, terkait kesiapan saksi. Anak dan keponakan Almarhum H. Sarno berangkat ke Rembang. Sebenarnya pada sidang pertama, saksi kunci yang mengetahui peristiwa perampokan, Damisih selaku isteri korban juga diminta hadir. Tapi Damisih menolak, kemungkinan karena masih trauma dan belum sanggup berhadapan dengan terdakwa. Anak dan kerabatnya akan terus berupaya memberikan penjelasan, sehingga sidang kedua mau datang. Bagaimanapun sidang bagian terpenting, untuk menjatuhkan hukuman bagi terdakwa. Purwoto berharap kasus akan segera tuntas, sehingga keluarga korban dapat kembali beraktivitas seperti biasa.

Pihak Jaksa Penuntut Umum, hari Selasa juga intens berkoordinasi dengan Polres Rembang, guna menjamin kehadiran saksi pada sidang pekan depan.

Sebagaimana kami beritakan, rumah pasangan suami isteri pengusaha emas, H. Sarno – Hj. Damisih disatroni kawanan perampok, Minggu dini hari (29 Mei 2016) silam. Setelah melalui penyelidikan cukup lama, polisi menetapkan 6 orang tersangka dan 2 lainnya masih buron. Para tersangka merupakan gabungan dari jaringan residivis Pati dan Tuban, Jawa Timur. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *