Flash News
No posts found

Cemas, Pemkab Memohon Perpanjangan Waktu

Nelayan di Rembang membuat jaring cantrang, belum lama ini.

Nelayan di Rembang membuat jaring cantrang, belum lama ini.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz memohon kepada Kementerian Kelautan Dan Perikanan memperpanjang batas akhir masa larangan jaring cantrang. Jika semula dijadwalkan per tanggal 01 Januari 2017, Hafidz berharap bisa ditambah waktunya.

Bupati melontarkan pernyataan tersebut, ketika meninjau Pelabuhan Tasikagung – Rembang, hari Jum’at (28 Oktober 2016). Ia beralasan masih banyak pemilik kapal cantrang menanggung hutang di bank. Kalau distop akhir Desember tahun ini, pasti akan banyak yang kelabakan. Apalagi jumlah kapal cantrang mencapai 300 an unit. Tak hanya berimbas pada pemilik, tetapi juga para ABK dan keluarganya, kemudian industri pengolahan ikan.

Menurutnya larangan per 01 Januari 2017 itu, dulu juga berkat negosiasi Pemkab Rembang bersama perwakilan nelayan ketika bertemu langsung dengan Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Awalnya justru sempat akan langsung dilarang sejak 2 tahun lalu, namun para nelayan keberatan, sehingga diambil jalan tengah.

Abdul Hafidz menambahkan Pemkab Rembang tidak bermaksud menentang pemerintah pusat. Namun sebatas memohon saja, karena kewenangan berada di tangan Kementerian Kelautan Dan Perikanan. Jika mengacu dari sisi regulasi, daerah tidak mempunyai kekuatan. Meski demikian pihaknya tetap akan berusaha memperjuangkan aspirasi nelayan.

Sementara itu, Sunarto, seorang anak buah kapal (ABK) cantrang menjelaskan saat ini aktivitas nelayan kapal cantrang masih melaut seperti biasa. Namun izin – izin kapal dan izin berlayar sudah mulai dipersulit oleh otoritas terkait. Soal kemungkinan pindah alat tangkap ikan, menurutnya tak sekedar ganti jaring. Desain maupun mesin kapal juga mesti menyesuaikan. Tentu pemilik butuh ongkos besar lagi, padahal kapal yang lama dari hasil berhutang bank, belum lunas. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *