Flash News
No posts found

Terbentuk Forum, Inginkan Pesantren Tak Mengandalkan Proposal

Kiai Maemoen Zubair membersikan tausiyah, di sela – sela forum silaturahmi kiai muda (FSKM). (gambar atas) Ketua FSKM, Akomadin Sofa diapit pengurus lain memberikan penjelasan kepada awak media.

Kiai Maemoen Zubair membersikan tausiyah, di sela – sela forum silaturahmi kiai muda (FSKM). (gambar atas) Ketua FSKM, Akomadin Sofa diapit pengurus lain memberikan penjelasan kepada awak media.

Sarang – Pondok pesantren kedepan didorong untuk bisa hidup mandiri, karena memiliki potensi sumber daya manusia.

Aqomadin Sofa, Ketua Forum Silaturahmi Kiai Muda se Jawa Tengah yang baru terpilih dalam sebuah kegiatan di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al Anwar Sarang, Jum’at sore (28 Oktober 2016) mengatakan pihaknya menetapkan 3 program, yakni ekonomi, keilmuan dan media. Dari sisi ekonomi, pria asal Ponpes Al Hikmah Brebes ini berpendapat pondok pesantren harus mampu mandiri. Paling tidak mengoptimalkan potensi santri melalui usaha warung makan, laundry dan sejenisnya. Embrio tersebut kalau sudah berjalan, tinggal dikembangkan.

Jangan sampai tiap ada kegiatan, pondok pesantren selalu mengajukan proposal bantuan ke berbagai pihak. Kemudian sektor keilmuan, pondok pesantren ingin lebih fokus meningkatkan akhlakul karimah bagi generasi penerus. Sedangkan media, maksudnya tiap ada arahan dari kiai dan masyayikh, akan langsung disebarluaskan kepada jaringan pondok pesantren.

Ahmad Jayadi, yang mewakili Menteri Agama berharap Forum Silaturahmi Kiai Muda akan menjalin kerja sama secara intens dengan Kementerian Agama, untuk bersama – sama meningkatkan kapasitas pondok pesantren. Sering kali pondok pesantren diartikan kelompok pinggiran, tapi bagaimana ada percepatan untuk mendorong pesantren menjadi pemimpin untuk kemaslahatan bangsa. Ahmad merasa lega, lantaran forum serupa dalam waktu dekat akan terbentuk di Jawa Timur maupun provinsi lain.

Kiai Maemoen Zubair yang hadir dalam Forum Silaturahmi Kiai Muda mengungkapkan sejumlah prinsip untuk kemajuan bangsa, meliputi prinsip kesehatan, mempersatukan, menata ekonomi dan prinsip membangun kekuatan. Melalui semangat Hari Sumpah Pemuda, kaum muda didorong ikut terjun langsung.

Sementara itu, 130 an kiai muda se Jawa Tengah selama forum tersebut juga membahas berbagai isyu strategis di tingkat nasional maupun internasional. Isyu nasional, salah satunya tentang pembangunan pabrik semen di Kab. Rembang yang terancam terhenti, sebagai imbas dari putusan Mahkamah Agung. Forum Silaturahmi Kiai Muda memberikan dukungan moril, karena menilai pabrik semen mendatangkan maslahat bagi umat. Sedangkan isyu internasional, aksi terorisme dan peperangan di negara Islam menjadi bagian diskusi para kiai muda. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *