Flash News
No posts found

Petugas Perhutani Boleh Gunakan Senjata Api Lagi, Dua BKPH Jadi Prioritas

Administratur KPH Mantingan, Toni Kuspuja.

Administratur KPH Mantingan, Toni Kuspuja.

Rembang – 35 personel dari Perhutani KPH Mantingan, Rembang mengikuti tes untuk bisa membawa senjata api. Dulu pegawai Perhutani dilengkapi senjata api saat bertugas, namun pasca reformasi seluruh senjata api ditarik kepolisian. Begitu angka pencurian meningkat dan pelaku semakin nekat, muncul wacana petugas Perhutani boleh membawa senjata api lagi.

Administratur KPH Mantingan, Toni Kuspuja, Senin siang (01 November 2016) mengatakan tes berlangsung di Polda Jawa Tengah, tetapi mereka harus melewati tahapan cukup panjang. Kebanyakan peserta tes calon pengguna senjata api berasal dari kepala Resort Polisi Hutan (RPH) dan Polisi Hutan Mobil (Polhutmob). Tes psikologis merupakan tahapan paling penting, untuk menekan penyalahgunaan senjata api. Kalau lolos, tidak langsung berhak membawa senjata api. Perlu serangkaian tes lain, sekaligus menyesuaikan medan kerja. Tentu harus diprioritaskan kawasan hutan yang memang rawan tindak pidana pencurian kayu.

Toni mengungkapkan penggunaan senjata api hanya untuk kondisi mendesak, manakala menghadapi pencuri kayu beringas yang membahayakan keselamatan petugas Perhutani. Mengenai pola pengamanan, pihaknya lebih condong memilih pendekatan secara persuasif dan langkah – langkah pencegahan. Ia mencontohkan program pengelolaan hutan bersama masyarakat (PHBM) akan lebih dioptimalkan.

Menurut pria lulusan Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) Yogjakarta ini, luas wilayah KPH Mantingan mencapai 16.695 hektar. Dari 6 Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH), BKPH Kalinanas dan Ngiri, masing – masing seluas 2.500 hektar paling rawan pencurian kayu. Pelaku pencuri di sekitar perbatasan Kab. Rembang dengan Kab. Blora itu terkenal nekat. Bahkan beberapa peristiwa, pelaku sempat menyerang petugas Perhutani. Tak hanya pohon jati, belakangan pelaku juga menggasak kayu sonokeling. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *