Flash News
No posts found

Wartawan Nikmati Kemolekan Watu Congol, Terselip Pesan

Menikmati Lasem dan Rembang dari ketinggian. (gambar atas) Wartawan Rembang camping di bukit Watu Congol.

Menikmati Lasem dan Rembang dari ketinggian. (gambar atas) Wartawan Rembang camping di bukit Watu Congol.

Lasem – Kawasan perbukitan Watu Congol di sebelah selatan desa Selopuro Kec. Lasem layak menjadi pusat olahraga paralayang. Dulu pernah ada, tapi sekarang sudah tidak pernah terdengar lagi. Selain itu, kawasan tersebut juga tepat dikembangkan untuk arena outbond, perkemahan dan wisata alam.

Kalangan Wartawan Rembang sempat mencicipi berkemah di bukit Watu Congol dan baru berakhir Minggu sore (30/10).
Edi Sutriyono, salah satu wartawan media online menganggap Watu Congol memiliki sensasi cukup menarik. Pada malam hari, pengunjung bisa melihat kelap kelip lampu permukiman kota Lasem dan Rembang dari atas ketinggian. Hilir mudik kendaraan di jalur Pantura juga terlihat. Jika mengamati posisinya, cocok untuk pengembangan olahraga paralayang. Bisa sebagai sarana atlet latihan maupun daya tarik wisatawan yang suka tantangan.

Wartawan Koran Suara Merdeka, Ilyas Almustofa sependapat dengan komentar Edi. Ia menganggap Watu Congol potensi yang belum tergarap dan tinggal dipoles saja. Sehari semalam menikmati kemah, bisa merasakan langsung kemolekan Watu Congol. Kebetulan waktu itu memilih lahan yang agak luas, posisinya 100 meter di sebelah barat Watu Congol. Menurut Ilyas dengan camping, wartawan tak sekedar mengakrabkan hubungan satu sama lain, tetapi juga ingin mempromosikan Watu Congol kepada masyarakat lewat pemberitaan.

Sementara itu, Kepala Desa Selopuro Kec. Lasem, Sunarno berharap ada perhatian dari Pemkab Rembang. Ia sempat menerima informasi akan dibangun gardu pandang di tempat tersebut, pihak desa sebatas menunggu realisasinya. Sunarno berpesan kalau ingin kemah, koordinasi dengan desa dulu. Hal itu guna mengantisipasi kemungkinan negatif, termasuk untuk mencegah Watu Congol dijadikan mesum pasangan muda mudi. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *