Flash News
No posts found

Sulit, Wacana Menghidupkan Lagi

Seorang bocah tertidur pulas di atas jaring yang berada di TPI Pasar Banggi, Rembang. TPI tersebut sudah bertahun – tahun tak berfungsi.

Seorang bocah tertidur pulas di atas jaring yang berada di TPI Pasar Banggi, Rembang. TPI tersebut sudah bertahun – tahun tak berfungsi.

Rembang – Wacana Pemkab Rembang menghidupkan kembali sejumlah tempat pelelangan ikan (TPI) yang lama mangkrak, diprediksi sulit terwujud.

Misalnya TPI desa Pasar Banggi – Rembang, yang sudah tidak difungsikan sekira tahun 2005 silam. Kepala Desa Pasar Banggi, Rasno, Kamis siang (03 November 2016) menganggap hasil tangkapan ikan nelayan tradisional pengguna perahu kecil terus merosot. Akibatnya, nelayan memilih menjual perahu mereka. Setelah itu patungan, untuk dibelikan kapal cantrang. Tapi sayang kapal cantrang belakangan dilarang Menteri Kelautan Dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Banyak pula nelayan kampungnya merantau ke perairan Sumatera. Sedangkan yang masih bertahan melaut di Pasar Banggi, hanya puluhan perahu. Itupun tidak bisa jadi andalan menopang kebutuhan keluarga. Semenjak TPI tak beroperasi, tiap kali nelayan sehabis melaut, hasil tangkapan langsung dibeli bakul. Entah masih setor retribusi atau tidak, Rasno belum tahu pasti.

Kondisi serupa juga terjadi di TPI Tunggulsari Kec. Kaliori. Bangunan TPI cukup lama tidak difungsikan.

Peno, salah satu tokoh nelayan desa Tunggulsari mengatakan kalau TPI ingin ditata, dirinya setuju – setuju saja. Namun yang menjadi pertanyaan, apakah TPI bisa diaktifkan lagi, mengingat hasil tangkapan nelayan kian merosot. Jika dibandingkan era tahun 90′ – 2000 an, penghasilan nelayan tentu jauh berbeda. Sekarang ini setelah melaut, tangkapan nelayan langsung dibeli bakul. Sedangkan pegawai TPI jemput bola, masuk ke rumah – rumah bakul, guna memungut retribusi.

Peno berharap jika ada kucuran dana dari pemerintah untuk revitalisasi TPI, lebih baik dialihkan ke sektor pemberdayaan nelayan. Misalnya mencari peluang budidaya rumput laut atau komoditas lain, yang sekiranya bisa digarap kelompok nelayan. Cara tersebut lebih baik, demi meningkatkan pendapatan nelayan tradisional. Selain itu, kawasan pesisir Pantura Kab. Rembang yang sudah over fishing perlu diadakan konservasi peremajaan terumbu karang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *