Flash News
No posts found

Warga Terpencil Menjerit, Anggapan Jalan Tak Boleh Diperbaiki Terjawab

Sejumlah warga dusun Ngotoko meratakan jalan dengan cangkul. Warga berharap kualitas akses jalan tersebut ditingkatkan.

Sejumlah warga dusun Ngotoko meratakan jalan dengan cangkul. Warga berharap kualitas akses jalan tersebut ditingkatkan.

Bulu – Warga dusun Ngotoko desa Pasedan Kec. Bulu merasa dianaktirikan, karena jalan menuju kampung mereka sepanjang hampir 4 kilo meter rusak parah. Jalan di tengah hutan wilayah KPH Mantingan itu masih berupa tanah dan banyak batu – batu besar. Diperparah sejumlah turunan serta tanjakan curam.

Kasnawi, warga dusun Ngotoko mengatakan tiap kali sehabis hujan deras, pasti mengakibatkan aktivitas masyarakat nyaris lumpuh. Yang paling kasihan adalah pelajar. Ketika akan ke sekolah, terpaksa berangkat sebelum Subuh dengan berjalan kaki menembus situasi gelap, agar tidak terlambat. Kalau diantar menggunakan sepeda motor, rawan mengancam keselamatan, karena jalanan sangat licin.

Ia berharap Pemkab Rembang sudi memperbaiki, meski di dusun Ngotoko hanya terdapat 70 an kepala keluarga. Apakah dengan makadam, syukur bisa diaspal. Kasnawi membandingkan dengan dusun Tlogo desa Karangasem Kec. Bulu di sebelah barat Ngotoko, yang sama – sama menyandang daerah terpencil. Sekarang masyarakat dusun Tlogo lebih enak, lantaran akses jalannya sudah ditata bagus.

Kepala Desa Pasedan Kec. Bulu, Kusman berpendapat kuncinya berada di tangan Pemkab dan Perhutani. Apakah Pemkab sudah pernah mengajukan perbaikan jalan menuju dusun Ngotoko, ia pribadi belum tahu. Muncul isyu jalan milik Perhutani tidak boleh ditingkatkan kualitasnya, karena khawatir angka pencurian kayu meningkat. Apalagi setelah ada kejadian jalan antara dusun Dawe – Pasedan sempat dianggarkan Rp 3 miliar, namun belakangan batal dikerjakan.

Menanggapi masalah tersebut, Administratur Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Mantingan, Toni Kuspuja menegaskan informasi larangan jalan Perhutani diperbaiki, tidak benar. Menurutnya kasihan masyarakat jika percaya begitu saja. Ia mencontohkan Pemkab Rembang beberapa waktu lalu mengusulkan perbaikan akses jalan di sebelah barat desa Pasucen Kec. Gunem. Perhutani mempersilahkan, asalkan syarat dipenuhi.

Toni menambahkan jalan di tengah hutan masuk kategori tanah dalam kawasan hutan. Ada dua mekanisme yang bisa ditempuh apabila akan diperbaiki.

Selama tidak merubah bentang alam, Pemkab bisa mengusulkan ke Perhutani dan Pemprov Jawa Tengah. Biasanya pejabat setingkat Dirjen Planologi Kehutanan, sudah bisa mengeluarkan izin. Tentu ada tim tekhnis yang akan melakukan kajian lapangan. Tapi jika pembangunan sudah merubah bentang alam, seperti lebar jalan bertambah, pengurusan izin harus sampai ke Menteri Kehutanan.

Khusus keluhan warga dusun Ngotoko desa Pasedan Kec. Bulu, Toni mempersilahkan Pemkab Rembang mengusulkan dulu. Pihaknya terbuka diajak koordinasi, apalagi hal itu demi kepentingan masyarakat yang konon menyandang predikat dusun paling terpencil se Kab. Rembang tersebut. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *