Flash News
No posts found

Tak Tertangani, Ganggu Warga Dan Sektor Wisata

Tumpukan sampah merajalela di pinggir jalan antara desa Pohlandak – Tuyuhan Kec. Pancur, Sabtu (05/11).

Tumpukan sampah merajalela di pinggir jalan antara desa Pohlandak – Tuyuhan Kec. Pancur, Sabtu (05/11).

Pancur – Tumpukan sampah di pinggir jalan antara desa Pohlandak dengan desa Tuyuhan Kec. Pancur semakin menggunung. Penyebabnya, warga sekitar sembarangan membuang sampah ke tempat itu, paling banyak merupakan sampah dari pusat penjualan Lonthong Tuyuhan yang kebetulan posisinya tak terlalu jauh.

Sukran, warga desa Pohlandak, Sabtu siang (05 November 2016) menjelaskan dari hari ke hari volume sampah semakin bertambah. Akibatnya berdampak terhadap gangguan lingkungan, seperti bau tidak sedap dan ancaman penyakit.

Kepala Desa Pohlandak Kec. Pancur, Mundasir menyatakan lokasi pembuangan sampah berada di lahan bekas rel PT Kereta Api Indonesia (KAI). Ia menyayangkan kondisi tersebut, lantaran desa Pohlandak termasuk sentra batik tulis dan Tuyuhan adalah pusat kuliner yang kerap menjadi jujugan warga dari luar daerah. Apabila terlihat kumuh, tentu memberikan kesan kurang baik. Mundasir berharap ada penanganan dari Pemkab Rembang, dengan memasang bak kontainer sampah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab. Rembang, Mujoko mempersilahkan pihak desa mengalokasikan anggaran pembuatan bak. Setelah itu untuk pengangkutan dan pembuangan sampah, bisa bekerja sama dengan Dinas Pekerjaan Umum. Menurutnya, sudah banyak yang menjalin MoU seperti itu, misalnya pusat pengolahan ikan, Puskesmas maupun desa. Mengenai retribusi, bisa saja ditarik dari pedagang Lonthong Tuyuhan dan warga sekitar yang memanfaatkan.

Sementara itu, Kepala Desa Tuyuhan, Mulyadi mengungkapkan nantinya masalah sampah yang menumpuk di pinggir jalan raya akan dibahas bersama desa lain, karena posisinya berada di tapal batas antar kampung. Solusinya memang harus ada bak kontainer. Tinggal dimusyawarahkan kesepakatan pengadaan bak dan pengelolaan kedepan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *