Flash News
No posts found

“Tempat Yang Asyik, Saya Selalu Kangen Untuk Kembali Lagi…”

Di sela – sela camping, sejumlah anak mandi di air terjun. (gambar atas) kaum wanitapun tak ketinggalan camping di perbukitan Kali Mancur.

Di sela – sela camping, sejumlah anak mandi di air terjun. (gambar atas) kaum wanitapun tak ketinggalan camping di perbukitan Kali Mancur.

Lasem – Puncak Kali Mancur di perbukitan desa Gowak Kec. Lasem kembali menjadi magnet warga yang hobi camping. Tak sekedar menawarkan eksostisme alam pegunungan yang menakjubkan, tetapi juga mempunyai keunggulan gerojokan air terjun dan sensasi melihat pemandangan dari atas ketinggian.

Seorang warga desa Gowak Kec. Lasem, Wanadi menuturkan lokasi puncak Kali Mancur sebenarnya sudah sejak dulu ramai menjadi pusat kemah. Tapi sempat meredup dan sekarang kembali moncer, berkat promosi melalui media sosial yang disebarkan para pengunjung. Wanadi menimpali tiap akhir pekan rombongan peserta camping dari luar kampung ramai berdatangan. Bahkan terkadang area parkir kendaraan sampai tidak muat. Ia menyarankan kepada pemerintah desa untuk mengoptimalkan penghasilan sektor parkir, untuk menata akses jalan menuju air terjun dan area camping. Tujuannya, supaya pengunjung lebih nyaman.

Anang Purwanto, salah satu pengunjung dari desa Wonokerto Kec. Sale mengaku kali pertama camping di puncak Kali Mancur pada tahun 1997 lalu. Yang paling favorit untuk mendirikan tenda, yakni sebuah lembah di samping air terjun. Menurutnya, selalu ada rasa kangen untuk datang dan datang lagi ke tempat tersebut. Bagi Anang, daya tarik pemandangan, segarnya air terjun serta udara sejuk, di tempat lain se Kab. Rembang tampaknya sulit untuk menemukan.
Ia berharap suatu saat Karang Taruna desa Gowak bisa mengoptimalkan potensi itu, dengan merancang wisata alam yang lebih menantang. Semisal panjat tebing dan fliying fox.

Anang menyadari pemerintah desa tak bisa bergerak sendiri. Perhutani maupun Pemkab Rembang mestinya turut mendukung. Bagaimanapun Kali Mancur layak dikembangkan menjadi destinasi unggulan. Apalagi desa Gowak dan sekitarnya termasuk sentra penghasil buah – buahan. Tinggal dirintis mulai sekarang, agar kelak bisa dikombinasikan dengan wisata alam. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *