Flash News
No posts found

Banjir Pantura Lasem, Begini Reaksi Bina Marga

Banjir di jalur Pantura Lasem pekan ini.

Banjir di jalur Pantura Lasem pekan ini.

Lasem – Banjir yang kerap melanda jalur Pantura dekat Terminal Lasem dan sebelah timur jembatan Bagan Lasem, belum mendapatkan kepastian solusi.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Bina Marga yang menangani jalur Pantura Kab. Rembang, Suratno, Jum’at siang (11 November 2016) mengakui posisi jalan lebih rendah, dibandingkan permukiman penduduk, sehingga rawan banjir. Pihaknya sudah mengusulkan agar ruas jalan tersebut dibeton dan ditinggikan. Namun sampai sekarang belum terealisasi, karena anggaran pemerintah terbatas.

Suratno menambahkan peningkatan mutu jalan berupa pembetonan membutuhkan dana cukup besar. Untuk panjang 1 kilo meter, rata – rata menyedot Rp 10 – 11 miliar.

Sambil menunggu peningkatan jalan, pihaknya akan tetap melakukan pemeliharaan rutin, dengan menambal kerusakan. Sedangkan anggapan banjir diperparah banyak lubang menuju got tersumbat, Bina Marga tak bisa berbuat banyak. Pasalnya pembersihan saluran air merupakan kewenangan Pemkab Rembang. Kecuali apabila ada usulan dari masyarakat untuk pembangunan saluran di pinggir jalan, Bina Marga siap memfasilitasi.

Sementara itu, seorang pengguna jalan, Joko Winardi menilai pemerintah lamban menyikapi banjir di jalur Pantura Lasem. Hujan deras 1 jam saja, air sudah merendam dengan ketinggian 20 centi meter. Apalagi kalau sampai berjam – jam, pasti kondisinya semakin parah. Ia mendesak pemerintah pusat memprioritaskan peninggian jalur Pantura, karena merupakan akses nasional dan urat nadi perekonomian masyarakat. Jangan sampai menunggu banjir melumpuhkan ruas jalur Pantura, setelah itu baru saling menyalahkan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *