Flash News
No posts found

Kejutan Di Pilkades Waru, Bermula Dari Pemeriksaan Inspektorat

Panitia Pilkades desa Waru menunjukkan surat dari Pemkab Rembang, terkait pembatalan tes dan pencabutan izin salah satu bakal calon.

Panitia Pilkades desa Waru menunjukkan surat dari Pemkab Rembang, terkait pembatalan tes dan pencabutan izin salah satu bakal calon.

Rembang – Kejutan terjadi dalam tahapan pemilihan kepala desa (Pilkades) di desa Waru Kec. Rembang Kota.

Pemkab Rembang yang semula akan menggelar tes tertulis untuk 6 orang bakal calon kepala desa, supaya bisa dikerucutkan menjadi 5 orang, mendadak seleksi dibatalkan. Hal itu tertuang dalam surat pemberitahuan tertulis dari Pemkab Rembang, ditembuskan kepada panitia Pilkades desa Waru dan Camat Rembang Kota.

Isi pokoknya ada 2, yakni izin Bupati yang membolehkan Puji Widodo Spd mencalonkan diri dalam Pilkades Waru dicabut, karena mengacu hasil pemeriksaan Inspektorat. Pujipun tersingkir. Keputusan berikutnya, secara otomatis bakal calon tinggal tersisa 5 orang, sehingga tidak perlu digelar tes bagi bakal calon. Kelimanya masing – masing Suparji, Maryono, Daryono dari Waru Kaum, kemudian Sutikno dari Waru Lor dan Eko Susilo warga Waru Sono.

Wakil Ketua Panitia Pilkades desa Waru, Sumarji menjelaskan tes tertulis semula akan dilaksanakan di gedung Sekretariat Daerah Rembang, Jum’at (11/11) pukul 08.00 WIB. Tapi setelah keluar surat tersebut, pihaknya juga harus menyesuaikan. Jum’at malam panitia melanjutkan dengan penetapan calon, sekaligus pengundian nomor urut.

Bakal calon Kades yang gagal maju, Puji Widodo kepada Reporter R2B mengatakan Kamis malam menerima surat undangan tes, tak berselang lama datang surat pencabutan izin. Puji pasrah dan legowo atas keputusan Bupati. Bagaimanapun Bupati merupakan pembina tertinggi kepegawaian di jajaran Pemkab, sehingga mau tidak mau dirinya wajib patuh.
Soal kecewa atau tidak, ia mengembalikan lagi pada aturan kepegawaian. Pria yang tercatat menjadi Pamong Belajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Rembang dengan golongan pangkat III D ini menceritakan dirinya memang ditunjuk menjabat PJ Kades Waru, sejak bulan April 2015 lalu. Ia pribadi masih bingung terhadap hasil pemeriksaan Inspektorat, karena merasa sudah menjalankan tugas dan kewajiban sesuai aturan.

Sementara itu Kepala Inspektorat Kab. Rembang, Fakhrudin menanggapi pihaknya sebatas melaksanakan pemeriksaan rutin penggunaan anggaran, setelah itu dilaporkan kepada Bupati. Khusus desa Waru, ditemukan lebih bayar dalam pengelolaan keuangan. Artinya, ada anggaran yang harus dikembalikan ke kas desa. Soal pelanggaran tersebut, Fakhrudin menegaskan bukan kesalahan administrasi. Namun ia enggan membeberkan secara rinci, karena standar operasional prosedur (SOP) nya, tidak boleh dibuka kepada media.

Kami berusaha untuk mengkonfirmasi langsung Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengenai seorang bakal calon Kades Waru dari PNS diizinkan maju, tapi belakangan dicabut. Sampai Jum’at malam, Hafidz belum menyampaikan penjelasan resmi.

Desa Waru, rencananya turut meramaikan Pilkades serentak tanggal 30 November mendatang. Di desa ini terdapat daftar pemilih tetap sekira 4.300 an orang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *