Flash News
No posts found

Terkait Pekerja Warkop, Bupati Ingatkan Sanksi Pidana

Razia pramusaji Warkop di Rembang, belum lama ini.

Razia pramusaji Warkop di Rembang, belum lama ini.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz prihatin terhadap fenomena anak wanita di bawah umur yang bekerja sebagai penyaji kopi di warung kopi.

Abdul Hafidz mencontohkan di warung kopi pinggir Jl. Rembang – Blora, tepatnya antara desa Landoh – Sulang, saat operasi pebertiban ditemukan anak dibawah umur menjadi pekerja penyaji kopi. Ia langsung memerintahkan anak tersebut segera dipulangkan menuju daerah asalnya di Purwodadi. Jika pemilik warung menolak, Pemkab siap meneruskan ke jalur hukum. Hal itu mengacu Undang – Undang Perlindungan Anak, bahwa jangan sampai anak – anak dieksploitasi secara ekonomi. Ada sanksi pidananya jika masyarakat nekat melanggar. Bahkan ancaman hukuman penjara paling lama 10 tahun dan/atau denda paling banyak Rp 200 juta.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan Dan Keluarga Berencana (BPMPKB) Kab. Rembang, Dwi Wahyuni menyatakan instansinya terus mendorong desa menetapkan program ramah anak. Apalagi dengan kucuran dana desa, setidaknya lebih leluasa merancang kegiatan. Sampai dengan tahun 2015 lalu, sebanyak 134 desa sudah mendeklarasikan desa ramah anak. Tak sekedar slogan semata, tapi juga diimbangi dengan pembentukan forum anak dan menjalankan program perlindungan anak. Salah satunya mencegah pernikahan anak di bawah umur.

Dwi Wahyuni menambahkan belum lama ini pihaknya memfasilitasi pembentukan Forum Anak di Kab. Rembang, merupakan gabungan pengurus seluruh kecamatan. Diharapkan nantinya mereka mengoptimalkan kampanye perlindungan anak. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *