Flash News
No posts found

Pencuri Bandhul Timah Takluk, Motor Dibakar Massa

Tersangka diamankan oleh anggota Sabhara Polres Rembang. (gambar atas) sepeda motor tersangka ditumpuki kayu dan dibakar.

Tersangka diamankan oleh anggota Sabhara Polres Rembang. (gambar atas) sepeda motor tersangka ditumpuki kayu dan dibakar.

Rembang – Seorang tersangka pelaku pencuri lempengan timah di dalam kapal yang bersandar di pelabuhan Tasikagung, Rembang tertangkap massa, Sabtu sore (12/11). Sepeda motor tersangka juga dibakar massa yang emosi.

Tersangka berinisial MF (36 tahun), warga desa Sambongpayak Kec. Gunem. Semula ia tampak mondar – mandir di sekitar dermaga pelabuhan Tasikagung. MF kemudian masuk ke dalam kapal KM Mina Pangestu I dan diduga mencuri 7 bandul timah yang biasanya digunakan sebagai pemberat jaring. Namun aksinya tersebut ketahuan warga, sehingga langsung dibekuk. Suasana TKP seketika ramai. MF sempat dihadiahi tendangan dan pukulan para nelayan. Nelayan jengkel menyusul seringnya kasus pencurian bandul timah.

Tersangka selanjutnya diamankan anggota Satpolair Polres Rembang yang kebetulan melintas di dekat lokasi kejadian. Tak berselang lama, anggota Sabhara Polres Rembang datang mengamankan tersangka ke Mapolres. Berkat kecepatan anggota Sabhara, tersangka selamat dari amukan massa yang ramai berkerumun di depan Pos Satpolair. Tapi sepeda motor Honda Kharisma milik MF yang tertinggal di atas dermaga dirusak dan dibakar massa.

Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, Iptu Ibnu Suka saat dikonfirmasi Reporter R2B membenarkan peristiwa tersebut. Sampai Minggu pagi (13 November 2016) tersangka masih dikorek keterangannya oleh penyidik. Diduga kuat tersangka sudah beberapa kali melakukan pencurian bandul timah, karena mudah dijual kembali. Barang bukti yang diamankan bandul jaring berbahan timah dan motor tersangka yang tinggal tersisa kerangka hangus.

Sementara itu Kepala Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tasikagung, Tukimin mengungkapkan pengamanan kawasan pelabuhan menjadi tanggung jawab Pelabuhan Perikanan Pantai bersama Satpolair dan TNI Angkatan Laut. Tapi memang setiap hari banyak keluar masuk pengunjung TPI, sehingga menyulitkan pengawasan. Ia mencontohkan ada warga masuk ke kapal, apakah dia anak buah kapal atau bukan, sulit mendeteksi. Maka untuk mengantisipasi pencurian, ada baiknya ABK jaga secara bergiliran. Masalah tersebut nantinya akan dibahas pada saat rapat dengan pihak – pihak terkait, agar kasus pencurian mampu ditekan.

Khusus kejadian Sabtu sore yang berujung pembakaran sepeda motor tersangka, Tukimin secara pribadi merasa heran. Ia beralasan tersangka biasanya cenderung memilih waktu untuk mencuri pada malam hari, memanfaatkan situasi gelap. Namun justru nekat mencuri dikala suasana ramai. Pihaknya menyerahkan penanganan tersangka kepada aparat kepolisian. Menurutnya harus diproses hukum, untuk memberikan efek jera. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *