Flash News
No posts found

Kasus Kekerasan Wartawan, PWI Jateng Siapkan Saksi Ahli

Wartawan Rembang memperagakan aksi teatrikal HP direbut, sebagai bentuk protes kekerasan terhadap pekerja pers, belum lama ini.

Wartawan Rembang memperagakan aksi teatrikal HP direbut, sebagai bentuk protes kekerasan terhadap pekerja pers, belum lama ini.

Rembang – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah menyiapkan seorang saksi ahli, terkait proses hukum kasus dugaan kekerasan oknum pekerja PLTU Sluke terhadap wartawan, saat meliput korban kecelakaan kerja.

Ketua Lembaga Advokasi Wartawan PWI Jawa Tengah, Zaenal Abidin Petir, Senin siang (14 November 2016) menjelaskan pihaknya memilih Sucipto SH, mantan Pemimpin Redaksi Koran Wawasan. Sucipto dianggap sebagai sosok wartawan senior di Jawa Tengah yang sangat memahami Undang – Undang Pers. Selain faktor senioritas, Sucipto juga berintegritas dan secara kebetulan beberapa kali pernah menjadi saksi ahli dalam kasus kekerasan dengan korban wartawan.

Zaenal Abidin Petir menambahkan beberapa waktu lalu pihaknya diminta oleh penyidik Reskrim Polres Rembang untuk menyiapkan saksi ahli. Sekarang saksi ahli sudah ditetapkan, tinggal bagaimana komitmen Polres Rembang untuk cepat menindaklanjuti dengan meminta keterangan dari yang bersangkutan. Keterangan saksi ahli yang merupakan pakar kewartawanan, untuk lebih memperjelas masalah, bahwa siapapun tidak boleh menghalangi wartawan saat proses peliputan. Apalagi sampai mengintimidasi, demi menutup akses informasi. Setelah pemeriksaan saksi ahli, harapannya penyidik menjadi lebih mantap menaikkan status hukum ke tingkat penyidikan, sekaligus menetapkan tersangka pelakunya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, Iptu Ibnu Suka menjelaskan pihaknya segera menyampaikan informasi tertulis tentang perkembangan penanganan kasus. Untuk menaikkan ke penyidikan, masih harus menunggu. Tapi yang jelas sudah memenuhi unsur – unsur tindak pidana. Soal jadwal pemeriksaan saksi ahli, pihaknya akan mengkonfirmasi lagi PWI Jawa Tengah.

Sebagaimana kami beritakan, 4 orang pekerja PLTU Sluke menjadi korban kecelakaan kerja. 2 diantaranya tewas. Saat korban menjalani perawatan di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, tanggal 18 Agustus 2016 lalu, para pegawai PLTU diduga melarang wartawan meliput peristiwa tersebut. Bahkan ada HP salah satu wartawan yang sempat direbut dan dihapus file – file fotonya.
Wartawan juga mendapatkan ancaman akan dikeroyok dan dibunuh, ketika kepergok mengambil gambar. Kejadian itu akhirnya dilaporkan ke Polres Rembang. Meski berulang kali diajak berdamai melalui jalur kekeluargaan, namun mayoritas wartawan di Kab. Rembang tetap menempuh ranah hukum. Di tengah perjalanan, dari 6 orang saksi wartawan, 2 wartawan memilih mencabut laporan, yakni Wisnu Aji dari Radar Kudus Jawa Pos dan Heru Budi Santoso, reporter radio CB FM. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *