Flash News
No posts found

Kasat Reskrim : “Wartawan Harus Buat LP Dulu…”

Ketua PWI Kab. Rembang, Djamal A. Garhan (kiri) menyerahkan surat tentang penunjukan saksi ahli kepada Kasat Reskrim Polres Rembang, Selasa pagi.

Ketua PWI Kab. Rembang, Djamal A. Garhan (kiri) menyerahkan surat tentang penunjukan saksi ahli kepada Kasat Reskrim Polres Rembang, Selasa pagi.

Rembang – Kasus kekerasan terhadap wartawan oleh oknum pekerja PLTU Sluke, ketika meliput korban kecelakaan kerja di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang, disimpulkan layak untuk naik ke tingkat penyidikan. Hal itu seusai polisi melakukan gelar perkara dan menggariskan telah memenuhi unsur – unsur tindak pidana.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Rembang, Djamal A. Garhan mengatakan pihaknya Senin sore menerima Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) dari Unit IV Satreskrim Polres Rembang yang menangani kasus itu. Ia menganggap sudah ada kemajuan. Tapi pihaknya menunggu siapa tersangka pelaku dalam kasus tersebut, sampai kelak diajukan ke persidangan.
Tujuan yang ingin dicapai PWI bukan ingin memenjarakan seseorang. Tapi demi pembelajaran untuk masyarakat luas, bahwa menghalangi wartawan ketika bertugas merupakan tindak pidana. Diharapkan pada kemudian hari kasus serupa tak terulang kembali.

Djamal menambahkan Selasa pagi (15 November 2016) dirinya bersama dengan sejumlah pengurus PWI juga menyerahkan surat pemberitahuan kepada Polres Rembang. Isi surat berupa penunjukan Sucipto, mantan Pemimpin Redaksi Koran Wawasan sebagai saksi ahli bidang pers yang siap dimintai keterangan seputar kejadian itu. Surat diterima Kasat Reskrim, Iptu Ibnu Suka.

Ibnu Suka membeberkan tahap selanjutnya pelapor dalam hal ini Ketua PWI Kab. Rembang, Djamal A. Garhan harus membuat laporan polisi (LP). LP menjadi dasar menaikkan ke penyidikan, sekaligus penetapan tersangka. Pemeriksaan selama ini sifatnya baru penyelidikan, untuk mendalami pengaduan.
Mengenai saksi ahli, nantinya akan dipilih 2 orang. Selain ahli di bidang pers, penyidik perlu melengkapi saksi ahli di bidang hukum pidana. Begitu Laporan Polisi terbit, Reskrim akan langsung menindaklanjuti.

Disinggung tentang tersangka, Ibnu Suka enggan membocorkan. Ia sebatas meminta menunggu perkembangan saja. Menurutnya, polisi akan bersikap profesional menangani kasus ini, meskipun menyeret nama PLTU sebagai salah satu bagian dari Badan Usaha Milik Negara. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *