Flash News
No posts found

Kasus Penebangan Hutan Bakau, Ditemukan 3 Kejanggalan

Polisi mengamankan tambahan barang bukti sisa penebangan pohon bakau. (gambar atas) untuk mencegah abrasi, tanggul tambak dipasangi plastik yang diduga merupakan bantuan Dislutkan.

Polisi mengamankan tambahan barang bukti sisa penebangan pohon bakau. (gambar atas) untuk mencegah abrasi, tanggul tambak dipasangi plastik yang diduga merupakan bantuan Dislutkan.

Kaliori – Lama tak terdengar perkembangannya, Kelompok Kerja Mangrove Daerah (KKMD) Kab. Rembang menemukan 3 kejanggalan di lokasi lahan pembabatan bakau, pinggir pantai desa Dresi Kulon, sebelah timur Kaliori.

Juru bicara KKMD Kab. Rembang, Maimun Abdul Hanan, Kamis siang (17 November 2016) mengatakan keganjilan yang pertama tambak dari lokasi pembabatan bakau sudah menghasilkan panen bandeng, seakan – akan tak gentar dengan laporan ke polisi. Kemudian tersiar isyu di tengah masyarakat bahwa proses hukum pembalakan liar hutan bakau dihentikan, sehingga memicu sejumlah warga untuk membuat tambak baru. Hal itu terlihat munculnya tambahan pematang atau galengan, yang dulu belum ada.

Satu temuan lagi, tanggul sisi utara kerap ambrol diterjang ombak besar. Ternyata kini ditutup dengan plastik terpal yang diduga bantuan Dinas Kelautan Dan Perikanan, sehingga terjadi penyalahgunaan bantuan. Mestinya plastik tersebut untuk menunjang produksi garam sistem geomembran.

Maimun Abdul Hanan menambahkan pihaknya bersama dengan anggota Reskrim Polres Rembang, aparat desa Dresi Kulon dan petugas Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab. Rembang baru – baru ini kembali mendatangi hutan bakau yang dibabat. Petugas BPN mengecek dokumen tanah milik desa Dresi Kulon. Mereka menyimpulkan bahwa lahan itu termasuk tanah negara. Kalau ada kabar, merupakan lahan pribadi, dirinya memastikan tidak benar. Dengan fakta semacam itu, ia berharap Polres Rembang serius menangani kasus kejahatan lingkungan. Apalagi tanaman bakau yang dihabisi sangat luas, mencapai hampir 10 hektar.

Hasil penelusuran Reporter R2B dari berbagai sumber, sudah ada nama 2 orang yang diduga menjadi aktor dibalik pembabatan hutan bakau tersebut. Namun apakah keduanya ditetapkan sebagai tersangka atau tidak, masih menunggu penyelidikan kepolisian.

Kepala satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, Iptu Ibnu Suka menanggapi anggotanya masih menggelar penyelidikan. Menurut Ibnu belum ada penetapan tersangka. Satu hal yang paling penting, polisi perlu meminta keterangan dari pejabat BPN, guna memastikan status tanah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *