Flash News
No posts found

Gerbong Mutasi Mulai Berjalan, Diwarnai Ketimpangan Sekolah Desa Dan Kota

 Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyalami kepala sekolah yang baru saja dilantik, Jum’at pagi.


Bupati Rembang, Abdul Hafidz menyalami kepala sekolah yang baru saja dilantik, Jum’at pagi.

Rembang – Sekolah – sekolah di dalam kota masih menjadi incaran guru dan kepala sekolah. Bahkan sering ada oknum menggunakan jalan pintas pendekatan kepada Bupati, Wakil Bupati maupun anggota DPRD, supaya tidak dipindah ke sekolah pelosok.

Hal itu diungkapkan Bupati Rembang, Abdul Hafidz, saat melantik kepala sekolah mulai tingkat TK sampai SMP di lantai IV Gedung Sekretariat Daerah, Jum’at pagi (18 November 2016).
Ia heran kenapa harus seperti itu, padahal seorang pegawai negeri sipil sudah diikat sumpah dan janji, siap ditempatkan ke seluruh wilayah Indonesia. Fenomena tersebut memicu ketidakadilan. Sekolah dekat kota jumlah gurunya cukup, tapi kalau sekolah di desa banyak yang kurang.

Semula dirinya mengira jumlah guru kurang, sehingga ketika rapat dengan Kementerian Pendidikan, langsung menyampaikan masalah tersebut. Tapi begitu dibukakan data Kementerian Pendidikan, guru PNS di Kab. Rembang justru berlebih. Ternyata perhitungan pusat, 1 banding 30. Artinya 1 guru mengajar 30 siswa. Apabila dirata – rata rasio di Kab. Rembang, 1 guru mengajar 15 siswa. Mereka mengarahkan distribusinya diatur, supaya tidak terjadi ketimpangan antara sekolah kota dengan desa.

Abdul Hafidz mengaku biasa mendengar keluhan guru dan kepala sekolah yang dipindah ke pelosok. Jika tak ingin bolak – balik, tinggal mencari kos – kosan.
Menurutnya, mengajar di desa hemat pengeluaran. Sebagian besar gaji bisa ditabung, sehingga pada saat 5 – 10 tahun dipindah ke lokasi lain, sudah mempunyai simpanan lumayan. Berbeda tugas di kota, menurut Bupati, cenderung menumbuhkan budaya konsumtif. Ia berharap di kota atau desa, semua disyukuri. Mendengar arahan tersebut, sejumlah kepala sekolah menanggapinya dengan senyum simpul dan tawa.

Sementara itu, Nursidi, mengaku semula mengajar di SMP N I Lasem, dekat sekali dengan rumahnya. Kini ia akan pindah tugas menjadi kepala sekolah SMP N II Sedan, yang berjarak 28 kilo meter dari tempat tinggalnya. Bagi Nursidi tidak masalah, karena bentuk pengabdian. Apalagi sudah menjadi perintah pimpinan.

Mutasi kepala sekolah ini merupakan yang kali pertama semenjak pemerintahan Abdul Hafidz – Bayu Andriyanto. Penataan langsung mengisi pos jabatan 190 kepala sekolah. Rinciannya, Kepala TK 6 orang, Kepala SD 167 orang dan Kepala SMP 17 orang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *