Flash News
No posts found

15 ABK Hilang, Diduga Korban Terseret Ke Perairan Rembang

Petugas TNI Angkatan Laut Rembang mengecek peta laut, untuk mengetahui lokasi tabrakan kapal.

Petugas TNI Angkatan Laut Rembang mengecek peta laut, untuk mengetahui lokasi tabrakan kapal.

Rembang – 15 orang anak buah kapal nelayan jenis cantrang masih dalam proses pencarian hingga Sabtu siang (19/11), setelah kapal mereka bertabrakan dengan sebuah kapal dagang di sekitar Tanjung Awar – Awar, Tuban – Jawa Timur. Kalau ditarik garis lurus dengan pesisir pantai utara Rembang, berjarak 54 kilo meter.

Komandan Pos Angkatan Laut Rembang, Lettu Hartono mengatakan kali pertama tersiar kabar tabrakan di pantai utara Bonang, Kec. Lasem, Kab. Rembang. Namun setelah ditelusuri koordinat lintang dan bujurnya, kecelakaan terjadi di perairan Tanjung Awar – Awar Kec. Jenu, Kab. Tuban. Pihaknya sempat berkoordinasi dengan Tim SAR gabungan yang melakukan pencarian korban. Mereka menyampaikan kapal cantrang Mulia Jati berasal dari Juana, Kab. Pati berisi 27 anak buah kapal (ABK). 12 orang diantaranya sudah ketemu, sedangkan 15 lainnya terus dicari.

Lettu Hartono menambahkan arah angin terus berubah – ubah. Sabtu siang dari timur ke barat, sehingga memungkinkan korban yang tenggelam terseret ke perairan Kab. Rembang. Pihaknya sudah menyebarkan informasi tabrakan kapal kepada para nelayan melalui radio komunikasi. Ia menghimbau untuk membantu memberikan pertolongan, jika menemukan korban.

Pencarian korban tenggelam melibatkan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Tuban, dibantu Basarnas. Ombak tinggi dilaporkan menyulitkan tim, sehingga mereka harus menggunakan kapal berbadan besar. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *