Flash News
No posts found

Festival Benowo Dihantui Gangguan, Pemerintah Didesak Turun Tangan

Limbah pabrik mengakibatkan pesisir pantai Pasir Putih tercemar, Sabtu pagi. Pengunjung enggan mandi di laut.

Limbah pabrik mengakibatkan pesisir pantai Pasir Putih tercemar, Sabtu pagi. Pengunjung enggan mandi di laut.

Kaliori – Festival Benowo yang berlangsung di pinggir pantai Pasir Putih dusun Wates desa Tasikharjo Kec. Kaliori, mulai hari Sabtu (18 November 2016) terganggu oleh serbuan limbah pabrik pengolahan ikan yang diduga berasal dari desa Banyudono Kec. Kaliori dan sekitarnya.

Limbah mengakibatkan pinggir laut berubah warna menjadi hitam pekat dan bau tidak sedap. Pengunjung yang semula ingin mandi, terpaksa mengurungkan niatnya, setelah melihat air laut sangat kumuh seperti itu.

Irvan Santiko, seorang pengunjung warga desa Jatihadi Kec. Sumber menuturkan dirinya kebetulan turut membantu kegiatan pentas band di pinggir pantai Pasir Putih, sebagai ajang pembuka Festival Benowo. Saat mengecek keadaan pantai, ternyata sangat tidak layak untuk mandi. Begitu kulit terkena air, pasti bau dan rasanya gatal. Padahal dari sisi lokasi, Pasir Putih ĺebih dulu terkenal, dibandingkan Pantai Karangjahe desa Punjulharjo – Rembang. Apalagi ditunjang keberadaan Pulau Gede yang jaraknya cukup dekat dengan Pantai Pasir Putih.

Jika Pemkab Rembang ingin memajukan sektor pariwisata, maka harus berani tegas menindak pabrik – pabrik nakal yang membuang limbah sembarangan ke laut, tanpa pemrosesan. Menurutnya, pencemaran laut sudah terjadi sejak 5 tahun lalu, namun tak ada penanganan serius dan berkelanjutan.

Seorang warga dusun Wates desa Tasikharjo, Sarupadi menjelaskan antara dulu dan sekarang, kebersihan Pantai Pasir Putih jauh berbeda. Menurutnya, masalah pembuangan limbah pabrik ke laut menjadi PR berat bagi kampungnya. Di sisi lain memang limbah bermanfaat untuk pakan ternak ikan bandeng, asalkan debetnya kecil. Kalau limbah parah, tetap saja membahayakan ekosistem.

Warga berulang kali menghubungi kepala desa Banyudono, untuk memprotes pembuangan limbah. Namun dari aparat desa Banyudono sendiri, ternyata sudah kewalahan mengingatkan.

Sarupadi mengusulkan 2 solusi untuk mengurangi dampak pencemaran yang masuk ke Pantai Pasir Putih. Kali pertama, harus ada pengelolaan limbah pabrik secara benar. Selain itu, warga mengajukan pembangunan tanggul di sisi timur, minimal sepanjang 200 meter. Dengan adanya talud, paling tidak limbah yang mengalir akan tertahan. Saat ada petugas Dinas Kelautan Dan Perikanan datang, pembangunan talud dijanjikan tahun 2017 mendatang. Ia berharap benar – benar terealisasi.

Sarupadi menyampaikan even Festival Benowo menyedot perhatian positif dari masyarakat, terutama di desa Tasikharjo Kec. Kaliori. Warga menganggap sebagai ajang promosi, lebih – lebih warga juga ingin mengembangkan wisata.

Pada hari pertama Festival Benowo diisi pentas musik dari band – band lokal. Sedangkan puncaknya hari Minggu (19/11) pukul 09.00 WIB, dilanjutkan pesta bakar ikan dengan tungku pembakaran sepanjang 200 meter. Panitia sudah menyiapkan ikan 3 ribuan ekor gratis. Selain itu juga ada kegiatan memancing ikan di sekitar Pulau Gede. Dijadwalkan Bupati Rembang, Abdul Hafidz akan menghadiri event yang baru kali pertama digelar ini. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *