Flash News
No posts found

3 Kafe Ilegal Disegel, Begini Reaksi Pemiliknya

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto saat berada di Warkop semi kafe di desa Kedungrejo menemukan Miras. (gambar atas) Petugas Satpol PP menyegel kafe Indah Bekti, Sabtu malam.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto saat berada di Warkop semi kafe di desa Kedungrejo menemukan Miras. (gambar atas) Petugas Satpol PP menyegel kafe Indah Bekti, Sabtu malam.

Rembang – Petugas gabungan Sabtu malam (19/11) melakukan penyegelan 3 kafe karaoke. Hal itu karena kafe tersebut belum mengantongi izin dan diduga kerap untuk pesta Miras.

Petugas Satpol PP didampingi anggota Polres Rembang kali pertama menyisir jalan raya Rembang – Blora desa Kedungrejo. Di lokasi ini, mereka mendatangi sebuah rumah warga yang izinnya untuk warung kopi, tapi di bagian belakang terdapat kamar – kamar karaoke. Saat Satpol PP memeriksa ruangan demi ruangan, ditemukan pula belasan botol arak. Beberapa bulan lalu rumah tersebut pernah digrebek Satpol PP, tapi pemiliknya tak mengindahkan.

Petugas kemudian memasang gembok dan garis pembatas di salah satu pintu kamar karaoke. Sedangkan di depan rumah, dipasangi banner bertuliskan larangan beroperasi. Setelah itu, tim gabungan melanjutkan penyegelan di Kafe Indah Bekti sebelah utara desa Landoh Kec. Sulang dan kafe rumahan di perbatasan desa Kebonagung Kec. Sulang dengan dusun Gundi desa Kedungrejo. Tidak ada perlawanan dari pemilik kafe.

Pemilik kafe Indah Bekti, Mia mengaku bingung, karena sejak buka 8 bulan silam sudah mengeluarkan modal Rp 200 juta. 15 orang pekerjanya kini harus menganggur. Mia mengklaim lingkungan sekitar tak ada masalah. Bahkan dirinya sudah mengajukan izin, namun sampai sekarang belum disetujui Pemkab.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto yang memimpin penyegelan menegaskan tak bermaksud menghalangi warga membuka usaha. Namun upaya tegas diterapkan, agar pemilik kafe serius mengurus izin. Dengan izin, Pemkab akan mudah mengontrol. Sebaliknya jika tanpa izin, kafe rentan menjadi sarang penyalahgunaan Miras, Narkoba dan pekerja dibawah umur. Lalu bagaimana jika segel dibuka paksa dan kembali menerima tamu ? Bayu menjawab singkat pasal pelanggaran akan bertambah.

Disela – sela penyegelan, petugas mengamankan barang bukti minuman beralkohol tinggi totalnya 53 botol, sejumlah microphone dan gulungan kabel, yang biasanya dipakai menyanyi pemandu karaoke.

Kabag Ops Polres Rembang, Kompol Yohan Setiajid menuturkan pemilik Miras akan diproses, berdasarkan aturan Perda. Ketika disinggung kemungkinan informasi razia bocor, sehingga banyak pemandu karaoke menghilang, Yohan menilai lantaran warga mengetahui iring – iringan kendaraan petugas, sejak keluar kantor Satpol PP. Indikasi lain, antar pemandu karaoke saling kontak melalui telefon selular, sehingga sudah kabur sebelum aparat datang. Kalau dari anggotanya sendiri, sejak awal tidak diberitahu agenda lokasi operasi. Kemungkinan kecil bisa membocorkan.

Setelah melakukan penyegelan, pihak Pemkab Rembang menghimbau para pemilik kafe datang ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT), untuk mengurus izin. Begitu izin beres, mereka diperbolehkan buka kembali. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *