Flash News
No posts found

Tak Kunjung Membaik, Bupati Ingatkan Pengusaha Pengolahan Ikan

Suasana bakar ikan di pinggir pantai Pasir Putih, Minggu pagi. (gambar atas) Bupati dan para pejabat naik perahu, di tengah – tengah kepungan air laut yang berwarna hitam pekat akibat pencemaran.

Suasana bakar ikan di pinggir pantai Pasir Putih, Minggu pagi. (gambar atas) Bupati dan para pejabat naik perahu, di tengah – tengah kepungan air laut yang berwarna hitam pekat akibat pencemaran.

Kaliori – Bupati Rembang, Abdul Hafidz sangat prihatin terhadap parahnya pencemaran laut di pinggir Pantai Pasir Putih dusun Wates desa Tasikharjo Kec. Kaliori. Pencemaran diduga karena limbah pabrik pengolahan ikan yang digelontorkan ke laut, tanpa standar baku pengolahan.

Hal itu diungkapkan Bupati, ketika membuka Benowo Festival di Pantai Pasir Putih, Minggu pagi (20 November 2016). Abdul Hafidz mengungkapkan dirinya merasa risih, tiap kali mendengar pemberitaan tentang pencemaran laut akibat limbah. Maka ia menghimbau kepada pengusaha pengolahan ikan di Kec. Kaliori mematuhi aturan pemrosesan limbah. Memang tidak mudah, tapi peran pengusaha menjadi penting, dalam rangka bersama – sama mewujudkan kebersihan pantai. Ia memerintahkan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH), terus meningkatkan pengawasan dan pembinaan kepada para pengusaha.

Ketika Bupati dan rombongan pejabat akan bergerak naik perahu menuju Pulau Gede, mereka melihat langsung betapa kotornya air laut yang berwarna hitam pekat dan tercium bau tidak sedap.

Sebelum mengunjungi Pulau Gede, Bupati Abdul Hafidz, Wakil Bupati Bayu Andriyanto beserta masyarakat lebih dulu membakar ikan di atas tungku sepanjang 200 meter.

Hafidz menganggap kampanye makan ikan sebagai bentuk sosialisasi yang efektif. Apalagi ditengah konsumsi makan ikan yang masih rendah. Ia menceritakan pengalamannya sejak berprofesi menjadi sopir hingga sekarang sebagai Bupati, setiap hari di meja makannya selalu ada menu ikan laut. Yang paling sering adalah ikan pindang. Dengan harga bisa dijangkau masyarakat umum, menurutnya ikan laut memiliki kandungan protein tinggi yang menyehatkan.

Kegiatan bakar ikan berlangsung semarak. Hanya dalam waktu setengah jam, 3 ribuan ekor ikan habis diserbu warga. Mereka membakar ikan sendiri, setelah itu dimakan beramai – ramai. Nasi dan sambal juga disediakan oleh pihak panitia.

Seorang warga dusun Paloh desa Tasikharjo Kec. Kaliori, Nurul Aini mengaku senang dengan even Benowo Festival. Selain bisa menikmati makan ikan gratis, juga menjadi ajang untuk mengisi liburan. Ia berharap kelak acara semacam ini ditetapkan menjadi agenda rutin tahunan.

Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Rembang, Suparman menganggap antusias warga datang ke Benowo Festival termasuk luar biasa. Kegiatan kali ini merupakan salah satu cara Pemkab memeriahkan Hari Ikan Nusantara. Seandainya tahun depan diadakan kembali, akan digelar di tempat lain, untuk mengoptimalkan kampanye gemar makan ikan. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *