Flash News
No posts found

Kecewa, Bantuan Kambing Penyandang Disabilitas Disorot

Suasana Pasar Hewan Pamotan. Bantuan kambing dari pemerintah, akhirnya ada yang dijual, karena sakit – sakitan.

Suasana Pasar Hewan Pamotan. Bantuan kambing dari pemerintah, akhirnya ada yang dijual, karena sakit – sakitan.

Rembang – Bantuan ternak kambing untuk penyandang disabilitas di Kab. Rembang dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuai sorotan, karena diduga tidak sesuai dengan nilai bantuan.

Seorang penyandang disabilitas penerima ternak kambing yang kami rahasiakan identitasnya, Selasa siang (22 November 2016) menjelaskan semula diberitahu oleh pegawai Dinas Sosial bahwa bantuan per orang Rp 1.400.000. Namun untuk menutupi berbagai keperluan, mulai potongan pajak, snack saat pertemuan dan biaya lain, pegawai tersebut belakangan memberitahukan lagi nilai bantuan tinggal Rp 750 ribu. Namun tidak diwujudkan uang, melainkan dalam bentuk barang, salah satunya ternak kambing.

Waktu itu penyerahan kambing berlangsung di kantor kecamatan Lasem. Selain warga berkebutuhan khusus, warga yang menderita penyakit kronis juga memperoleh bantuan. Seingatnya, ternak kambing berjumlah sekira 30 an ekor, diangkut 2 kendaraan bak terbuka.

Yang jadi masalah, menurutnya kambing tersebut kurang layak. Ia pribadi sudah biasa merawat kambing, sehingga hafal pasaran harga. Kalau taksirannya, dibawah Rp 500 ribu. Saat menawarkan kepada pedagang, hanya ditawar maksimal Rp 350 ribu. Kambing tetap akan dijual, kemudian dibelikan ternak yang sehat. Dirinya mempertanyakan kenapa pemerintah seakan – akan mempermainkan warga berkebutuhan khusus. Kalau memang sejak awal ingin memberdayakan penyandang cacat, mestinya terbuka tentang rencana awal anggaran.

Hal senada diungkapkan penerima kambing lainnya. Ia bersama rekan – rekannya sempat mengeluhkan kualitas ternak kambing bantuan. Saat dibagikan, kondisi kambing yang diterima sudah tampak sakit – sakitan. Begitu sampai rumah, kedua matanya bahkan sering terpejam.

Khawatir akan mati, ia terpaksa menggunakan kambing tersebut untuk membayar hutang Rp 200 ribu. Kalau lain waktu ada program bantuan untuk warga berkebutuhan khusus, dirinya memohon dipilihkan kualitas ternak yang lebih baik.

Sejauh ini banyak penerima bantuan memilih diam saja. Mereka enggan protes secara langsung, karena khawatir kelak tidak mendapatkan bantuan lagi.

Prapto Rahardjo, dari Dinsosnakertrans Kab. Rembang menyatakan bantuan stimulan itu berasal dari Pemprov Jawa Tengah. Pihaknya sebatas mencarikan warga yang berhak menerima. Prapto kemudian klarifikasi dengan pegawai yang menangani dan mereka menjawab sudah sesuai aturan.

Sementara itu, M. Hadimono, petugas Dinas Sosial Provinsi Jateng yang sempat menyalurkan bantuan ke Rembang melalui pesan pendek sms membantah pemotongan anggaran. Ia beralasan nilai bantuan sebesar Rp 1 juta. Kalau ada yang mengira Rp 1,4 juta, menurutnya salah kaprah. Menyangkut keluhan bantuan kambing kualitasnya jelek, Hadimono berdalih pihaknya tidak menangani. Tapi pengadaan barang langsung dipegang pihak ketiga. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *