Flash News
No posts found

Wabup Beri Deadline 1 Bulan Untuk Pedagang Alun – Alun, Ini Pemicunya

Suasana Alun – Alun Rembang pada sore hari, tampak mulai berdiri warung tenda.

Suasana Alun – Alun Rembang pada sore hari, tampak mulai berdiri warung tenda.

Rembang – Kecewa dengan pedagang Alun – Alun yang kurang peduli masalah kebersihan, Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto memberikan deadline waktu sebulan.

Bayu Andriyanto, Selasa siang (22 November 2016) mengatakan ada sejumlah hal yang harus diperbaiki. Pertama, pedagang wajib menjaga kebersihan, termasuk tidak membuang limbah sisa cucian piring sembarangan, karena memicu bau tidak sedap.

Kedua, pedagang diarahkan memasang daftar menu masakan dan rincian harganya. Hal ini menyusul kerap ada keluhan dari masyarakat, tiap kali mampir makan ke Alun – Alun, harganya terlalu mahal dan terkesan dipukul. Jika dalam waktu sebulan tidak ada perbaikan, Wakil Bupati berencana mengundang para pedagang untuk menandatangani pakta integritas kesanggupan. Apabila ternyata belum mempan, Pemkab Rembang baru akan menerapkan alternatif lain, seperti memindahkan pedagang atau mengganti pedagang lain. Tindakan Pemkab justru untuk melindungi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar kuat bertahan lama.

Menanggapi ultimatum tersebut, Ketua Paguyuban Pedagang Alun – Alun Rembang, Jumadi menegaskan pihaknya sudah berulang kali mengingatkan pedagang untuk mewujudkan kebersihan lingkungan. Dalam waktu dekat, juga akan dipasangi banner – banner peringatan. Selama ini petugas kebersihan dari paguyuban pedagang sendiri rutin dikerahkan, bahkan mendapatkan upah bulanan. Mestinya tak ada lagi keluhan.

Soal komplain harga mahal, Jumadi menambahkan paguyuban sudah mengumpulkan menu dan daftar harga dari setiap pedagang. Nanti tinggal ditempelkan di warung masing – masing. Jumlah pedagang sebanyak 94 orang, khusus berjualan mulai sore hingga malam. Sedangkan pedagang pagi, belum dikoordinir.

Sementara itu, Rustaman, seorang pembeli asal Grobogan mengaku sering mampir ke Alun – Alun Rembang, tiap pulang dari Surabaya. Menurutnya, tidak semua pemilik warung memathok harga tinggi. Ada beberapa warung lesehan yang harganya wajar. Kalau kenakalan memainkan harga, kemungkinan sebatas ulah oknum saja. Ia menganggap Alun – Alun Rembang sudah bagus, tinggal ditata deretan warungnya supaya lebih tertib dan ditingkatkan kebersihannya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *