Flash News
No posts found

Babak Baru Kasus Kekerasan Terhadap Wartawan, Pelapor Dipanggil Dulu

Kapolres Rembang bersama dengan perwakilan wartawan dan GM PLTU Sluke, beberapa waktu lalu. Kini kasus kekerasan terhadap wartawan memasuki ranah penyidikan.

Kapolres Rembang bersama dengan perwakilan wartawan dan GM PLTU Sluke, beberapa waktu lalu. Kini kasus kekerasan terhadap wartawan memasuki ranah penyidikan.

Rembang – Kasus kekerasan terhadap wartawan yang diduga melibatkan oknum pekerja Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Sluke, hari Kamis (24 November 2016) resmi memasuki tahap penyidikan.

Hal itu setelah Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Rembang, Djamal A. Garhan membuat laporan polisi, ditandai dengan pemeriksaan Djamal oleh penyidik Unit IV Satreskrim Polres Rembang, Kamis pagi. Djamal dimintai keterangan selama 3 jam, sejak pukul 10.00 – 13.30 WIB. Namun sempat istirahat untuk sholat dan makan siang.

Djamal seusai diperiksa mengaku hanya mengulang penjelasan – penjelasan tentang kronologis peristiwa, seperti halnya ketika kasus tersebut masih ranah penyelidikan. Intinya memperdalam saja.

Kaur Binops Satuan Reserse Dan Kriminal Polres Rembang, Iptu Moch. Edi Sismanto mengungkapkan pihaknya akan kembali memanggil seluruh saksi, untuk diperiksa. Ia membeberkan antara penyelidikan dan penyidikan berbeda, meski tahapan pemeriksaan sama. Setelah pelapor memberikan keterangan, baru giliran terlapor dipanggil.

Maka kalau ingin lekas tuntas, Edi mendorong pelapor dari kalangan wartawan bisa berinisiatif datang ke Unit IV Satreskrim. Bisa saja Satreskrim melayangkan surat panggilan, tapi menurutnya akan memakan waktu lebih lama.

Sebagaimana pernah kami beritakan, kasus kekerasan terhadap wartawan terjadi pada tanggal 18 Agustus 2016 lalu. Waktu itu, wartawan meliput korban kecelakaan kerja PLTU Sluke di rumah sakit dr. R Soetrasno Rembang. Namun oknum pekerja PLTU melarang liputan, dengan mengancam akan mengeroyok dan membunuh, jika tetap nekat mengambil gambar. Bahkan HP salah satu wartawan sempat ditahan, sedangkan file – file foto di dalamnya dihapus. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *