Flash News
No posts found

Bangkai Kapal Diselami Tim SAR Gabungan, Begini Hasilnya

Kapal Mulya Sejati yang pecah, setelah dihantam kapal berbendera Vietnam. (gambar atas) Tim SAR gabungan berdo’a, sebelum menyelam di pinggir Pantai Jatisari.

Kapal Mulya Sejati yang pecah, setelah dihantam kapal berbendera Vietnam. (gambar atas) Tim SAR gabungan berdo’a, sebelum menyelam di pinggir Pantai Jatisari.

Sluke – Sebanyak 40 an orang dari tim gabungan, sejak Kamis pagi (24 November 2016) menggelar pemeriksaan di lokasi bangkai kapal Mulya Sejati yang berhasil ditarik ke pinggir pantai desa Jatisari Kec. Sluke. Mereka berasal dari BPBD, TNI Angkatan Laut, Satpolair dan Basarnas. Sejumlah penyelam dikerahkan, untuk memastikan ada tidaknya korban anak buah kapal yang kemungkinan masih terjebak di dalamnya.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan Dan Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Rembang, Harjono mengatakan penyelaman pada kedalaman 10 meter. Kondisi air agak jernih, tapi arusnya lumayan kuat. Namun karena bangkai kapal yang dicek berada di 1 titik, sehingga tidak terlalu menyulitkan. Apabila memungkinkan, kapal yang semula tertelungkup akan dibalik. Tujuannya, supaya bisa dievakuasi ke pinggir, mendekati bibir pantai.

Harjono menambahkan Tim SAR dari Jawa Timur juga datang ke lokasi. Mereka memastikan bangkai kapal tersebut adalah KM Mulya Sejati asal Juana – Pati, yang mengalami tabrakan di perairan Tuban, Jawa Timur, Sabtu lalu. Hal itu terlihat dari bekas potongan kapal dan cat berwarna biru. Setelah diadakan penyelaman hampir 2 jam, tim gabungan tidak menemukan korban tewas. Terkait bangkai kapal, sementara tetap akan berada di lokasi itu. Belum ada rencana pemindahan, karena juga harus berembug dengan nelayan desa Jatisari yang menarik kapal dari tengah laut.

Sejumlah warga desa Jatisari mengungkapkan penarikan kapal membutuhkan bahan bakar solar 100 liter lebih. Jika nantinya biaya penarikan tidak diganti oleh pemilik kapal, muncul rencana bangkai kapal dijual untuk bahan mebelair. Kebetulan kondisi potongan kapal masih bagus dan kayunya kualitas super. Tentu hal itu masih harus menunggu penyelidikan aparat tuntas. Lagipula kalau masih dibiarkan pada posisi sekarang, mereka khawatir mengganggu alur lalu lintas perahu nelayan saat berangkat maupun pulang melaut.

Sekretaris Desa Jatisari Kec. Sluke, Suwandi menganggap angan – angan itu sebatas guyonan saja. Kenapa pihaknya berinisiatif menarik bangkai kapal, karena semata – mata ingin memberikan pertolongan, siapa tahu masih ada korban. Soal warganya batal melaut, karena membantu penarikan kapal, nanti akan dibicarakan dengan pemilik kapal bagaimana baiknya.

Suwandi menambahkan sampai Kamis siang Tim SAR masih berada di Pantai Jatisari. Mereka beristirahat dulu dan menurut rencana Kamis sore akan melanjutkan menggeser kapal ke pinggir pantai. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *