Flash News
No posts found

Penghentian Impor Jagung, Petani Rasakan Imbasnya

Suasana panen raya jagung hibrida di desa Bulu Kec. Bulu, Kamis pagi.

Suasana panen raya jagung hibrida di desa Bulu Kec. Bulu, Kamis pagi.

Bulu – Setelah pemerintah menghentikan impor jagung, jagung Hibrida menjadi salah satu komoditas yang layak terus ditingkatkan.

Kebijakan tersebut menguntungkan para petani jagung. Apalagi jika kualitas jagung sesuai standar Gabungan Pengusaha Makanan Ternak, yang memiliki kadar air 17, mampu laku Rp 4.100 per kilo gram.

Ketua Kelompok Tani Jagung Margo Budi desa Bulu Kec. Bulu, Parno di sela – sela kegiatan panen raya jagung hibrida, hari Kamis (24 November 2016) mengatakan benih jagung dalam 1 hektarnya butuh 15 kilo gram. Tiap kilo gramnya seharga Rp 75 ribu. Harga jagung pada saat ini di tingkat petani Rp 2.400 per Kg. Kalau ia total antara pendapatan dengan pengeluaran, petani memperoleh keuntungan bersih Rp 17,3 juta per hektar.

Parno menganggap hasil produksi masih bisa ditingkatkan, asalkan ditunjang dengan peralatan tanam modern. Apalagi sekarang mencari tenaga kerja buruh cukup susah. Selain memohon bantuan sarana pertanian, pihaknya juga berharap Pemkab Rembang mencarikan pangsa pasar yang lebih prospektif.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Dan Kehutanan Kab. Rembang, Suratmin menjelaskan kedepan perlu ada jalinan kerja sama antara petani dengan perusahaan yang memproduksi pakan ternak. Lewat kemitraan, petani paling tidak memiliki jaminan harga dan tidak dipermainkan tengkulak.

Soal usulan bantuan, Suratmin berjanji pada tahun 2017 mendatang, kelompok tani Margo Budi desa Bulu akan diberikan bantuan traktor dan mesin pemipil jagung. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *