Flash News
No posts found

Melegakan, Pernyataan Bupati Disambut Tepuk Tangan Meriah Guru

Bupati Rembang, Abdul Hafidz memberikan penghargaan kepada guru di sela – sela peringatan HUT PGRI, Jum’at pagi.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz memberikan penghargaan kepada guru di sela – sela peringatan HUT PGRI, Jum’at pagi.

Rembang – Bupati Rembang, Abdul Hafidz memberikan kabar gembira di tengah – tengah peringatan Hari Ulang Tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ke 71. Tunjangan profesi guru atau biasa disebut sertifikasi yang sempat tertahan, akhirnya dipastikan dalam waktu dekat akan cair.

Bupati menyampaikan penjelasan tersebut, saat menjadi inspektur upacara Hari Guru Nasional, sekaligus Hari Korpri ke 54, di Alun – Alun Rembang, Jum’at pagi (17/11). Semula ada Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan No. 17 tahun 2016 tentang petunjuk tekhnis penyaluran tunjangan profesi guru.

Salah satunya mengatur guru yang berhak menerima sertifikasi, kalau mengajar di kelas dengan jumlah siswa minimal 20 anak. Kab. Rembang dan daerah – daerah lain keberatan, karena rawan memicu protes. Setelah itu pihaknya mengirimkan surat kepada Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. Akhirnya memperoleh surat balasan, bahwa guru yang sebelumnya sudah mendapatkan tunjangan sertifikasi, tetap bisa mencairkan, meskipun siswa mereka kurang dari 20 anak. Sontak pernyataan tersebut, langsung disambut tepuk tangan meriah para guru. Bahkan terdengar suara hidup guru, bersahut – sahutan.

Lebih lanjut Hafidz meminta guru bersabar. Setelah ada petunjuk semacam itu, maka dirinya mantap memerintahkan Dinas Pendidikan untuk segera menindaklanjuti.

Ketua PGRI Kab. Rembang, Jumanto mengapresiasi perhatian dari Bupati dan Dinas Pendidikan Kab. Rembang. Menurutnya, tunjangan profesi guru SD dan SMP akan cair tri wulan ketiga dan tri wulan keempat. Sedangkan guru TK dan SMA/SMK sudah cair kemarin, sehingga saat ini proses pemberkasan tri wulan ke empat. Jumanto menambahkan apabila Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan tidak segera mengubah petunjuk tekhnis tersebut, pasti mengakibatkan cukup banyak guru kehilangan tunjangan profesi, yang selama ini besarannya 1 kali gaji.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Rembang, Noor Effendy mengatakan adanya tunjangan profesi guru bertujuan meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, yang bermuara terhadap pelayanan pendidikan menjadi lebih baik.

Saat disinggung bagaimana nasib tunjangan profesi guru tahun depan, Noor Effendi mengakui setiap tahun pusat selalu mengevaluasi pentunjuk teknis. Dimana evaluasi tersebut mengarah tujuan pokok pencairan sertifikasi bagi pendidik, sehingga tepat sasaran dan tepat guna. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *