Flash News
No posts found

BTN Masuk Rembang, Terselip Sejarah Masa Kecil

Maryono, Direktur Utama bank BTN. (gambar atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz mendapatkan penjelasan dari customer service bank BTN, Senin sore.

Maryono, Direktur Utama bank BTN. (gambar atas) Bupati Rembang, Abdul Hafidz mendapatkan penjelasan dari customer service bank BTN, Senin sore.

Rembang – Tumbuhnya perekonomian di Kab. Rembang, membuat Bank Tabungan Negara (BTN) tertarik membuka kantor cabang, yang terletak di Jl. RA Kartini. BTN dikenal sebagai bank yang gencar menangani kredit perumahan rakyat.

Maryono, Direktur Utama BTN Pusat menyampaikan hal itu, saat launching kantor BTN, Senin sore (28 November 2016). BTN Rembang merupakan kantor ke 749 di Indonesia. Menurutnya, jika dibandingkan dengan Kab. Pati dan Kab. Blora, Rembang memang masih kalah. Namun berdasarkan pertumbuhan ekonomi saat ini, Kab. Rembang menunjukkan peningkatan cukup pesat.

Selain pertimbangan faktor ekonomi, pembukaan kantor di pinggir Jl. Kartini ternyata juga menyimpan sejarah tersendiri bagi Maryono. Orang nomor 1 di Bank Tabungan Negara ini merupakan asli warga Rembang. Bahkan pada masa kecilnya, ia bersama teman – teman sepermainan pernah membentuk kelompok cabe rawit. Tiap sore mengaji di lokasi yang sekarang berdiri megah bank BTN. Harapannya kelak memberikan berkah dan berkontribusi dalam pembangunan Kab. Rembang.

Maryono menambahkan pihaknya tak sekedar mengejar untung, namun juga berusaha memperhatikan perkembangan masyarakat. Ia mencontohkan dana CSR perusahaan, salah satunya untuk membina desa Woro Kec. Kragan, supaya lebih berdaya. Mulai pengembangan potensi seni wayang kulitnya, hingga sektor buah – buahan, karena desa tersebut memiliki unggulan buah durian dan duku. Pihak BTN bermimpi desa Woro mampu menjelma sebagai desa wisata yang dikenal luas.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir dalam peresmian kantor bank BTN menyampaikan pertumbuhan ekonomi Kab. Rembang mencapai 5,4 % atau lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tingkat nasional, hanya 5,1 %. Dengan masuknya bank baru, ia berharap menjadi tambahan amunisi bagi kemajuan ekonomi.

Hafidz menambahkan meski wilayahnya masih kategori daerah tertinggal, namun memiliki potensi luar biasa. Di sektor perikanan, setiap hari menghasilkan 400 – 500 ton ikan. Belum lagi, pertanian dan pertambangannya. Bupati kemudian menantang Maryono sebagai orang asli Rembang serta mempunyai jaringan relasi bisnis, turut mempromosikan potensi tersebut kepada para investor.

Diakhir kegiatan, tamu yang hadir mendapatkan suguhan wayang kulit dari dalang asal desa Woro, Ki Supriyadi. Setelah prosesi pengguntingan untaian bunga di depan pintu, Bupati masuk ruang pelayanan bank BTN dan langsung membuka rekening baru. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *