Flash News
No posts found

Dari Hulu Sampai Hilir Rusak, Minim Penanganan

Sungai Tunggulsari Kec. Kaliori meluap. Salah satunya karena pendangkalan parah.

Sungai Tunggulsari Kec. Kaliori meluap. Salah satunya karena pendangkalan parah.

Sumber – Kondisi kerusakan sungai Randugunting yang memanjang antara Sumber sampai Kaliori, dianggap sudah sangat parah. Mulai dari bantaran sungai menyempit, kemudian alih fungsi lahan yang mestinya masuk area sungai, namun menjadi lahan pertanian, sampai pada pendangkalan sungai sudah bertahun – tahun tidak dikeruk.

Seorang warga desa Krikilan Kec. Sumber, Suparno mengatakan banjir besar 15 November lalu menjadi bahan peringatan untuk masyarakat, bahwa ibarat manusia, Sungai Randugunting ingin berteriak. Ia mencontohkan daerah hulu sungai di desa Mlatirejo Kec. Bulu hutannya sudah gundul, sehingga resapan air kian berkurang. Begitu pula daerah aliran sungai dari hulu ke hilir, terkesan dibiarkan saja. Sungai di kampungnya, selama ini tidak pernah dikeruk. Pengerukan hanya menyasar area bendungan Kedungsapen desa Jatihadi Kec. Sumber, itupun tidak maksimal.

Keadaan serupa juga terjadi di muara sungai Randugunting, turut tanah desa Tunggulsari Kec. Kaliori. Sekretaris Desa Tunggulsari, Anshori menjelaskan sebagai pusat larinya air dari Kec. Sumber dan Kec. Kaliori, pendangkalan sungai Tunggulsari terasa sangat cepat. Pihaknya beberapa waktu lalu sempat mengeluarkan biaya patungan nelayan, guna mengeruk muara sungai. Namun tidak mampu mencapai keseluruhan. Maka ia mendesak pemerintah memperhatikan normalisasi sungai Tunggulsari, untuk mempercepat laju air menuju ke laut. Peninggian tanggul juga perlu, supaya banjir tidak masuk permukiman penduduk.

Anshori menambahkan pengerukan sudah sering diusulkan. Hanya saja belum mendapatkan respon positif dari pihak – pihak terkait. Besarnya anggaran, membuat program normalisasi tak jelas. Ketika nelayan bertanya kepada Pemkab Rembang, rata – rata menunggu reaksi dari Balai Besar Sungai (BBS) Pemali – Juana. BBS Pemali – Juana diharapkan memetakan skala prioritas, kalau belum mampu menangani semuanya. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *