Flash News
No posts found

Gowak Dibidik, Pemkab Hadapi Kendala

Pengunjung menyusuri jalan setapak menuju air terjun Kali Mancur desa Gowak Kec. Lasem.

Pengunjung menyusuri jalan setapak menuju air terjun Kali Mancur desa Gowak Kec. Lasem.

Lasem – Akses jalan antara desa Sendangasri sampai dengan desa Gowak Kec. Lasem rusak berat. Padahal kini desa Gowak menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, yang menawarkan keindahan alam dan air terjun Kali Mancur.

Waryati, salah satu warga desa Gowak mengatakan jalan rusak sepanjang 2 kilo meter. Ia berharap ada perbaikan, demi kelancaran pengunjung yang ramai berdatangan ke air terjun. Apalagi ketika Minggu dan hari libur, jumlah wisatawan membludak. Tidak hanya dari warga Kab. Rembang, tetapi juga dari Pati dan Tuban, Jawa Timur. Kalau jalannya sudah bagus, pasti pengunjung akan bertambah banyak.

Sementara itu Bupati Rembang, Abdul Hafidz mengakui desa Gowak Kec. Lasem menjadi bidikannya untuk pengembangan sektor pariwisata. Ia menyadari infrastruktur jalan harus ditata terlebih dahulu. Tahun ini sebenarnya telah dianggarkan Rp 800 juta, untuk memperbaiki akses jalan yang rusak. Tapi 3 kali diumumkan, tidak ada satupun pemborong menawar. Begitu dicek, ternyata ada salah satu titik jalan menuju desa Gowak yang longsor, sehingga kesulitan mengantar bahan material ke lokasi. Kendala itu mengakibatkan proyek perbaikan jalan batal digarap. Menurut rencana, Pemkab Rembang akan mengalokasikan dana perbaikan jalan desa Gowak pada tahun 2017 mendatang. Angkanya dinaikkan sampai Rp 1,5 miliar, karena titik yang longsor mesti ditangani dulu.

Abdul Hafidz menambahkan kalau masalah infrastruktur beres, Pemkab ingin menjajaki kerja sama dengan pemerintah desa setempat serta Perhutani, bagaimana kedepan air terjun Kali Mancur lebih menjanjikan untuk daya tarik wisatawan.

Suasana alamnya sudah mendukung, tinggal dilengkapi sarana – pra sarana penunjang. Misalnya gasebo untuk gardu pandang, perbaikan jalan setapak, tempat parkir kendaraan maupun fasilitas lainnya. Ia tidak ingin setengah – setengah, tapi masyarakat kedepan bisa lebih berdaya melalui optimalisasi obyek wisata. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *