Flash News
No posts found

Belasan Calon Incumbent Kalah, Ada Sejumlah Faktor Pemicu

Suasana penghitungan suara dalam Pilkades serentak di sebuah desa, hari Rabu.

Suasana penghitungan suara dalam Pilkades serentak di sebuah desa, hari Rabu.

Rembang – Sekira 11 orang mantan kepala desa yang maju kembali mencalonkan diri atau calon incumbent, kalah dalam Pilkades serentak hari Rabu, 30 November 2016. Mereka tersebar di Kec. Lasem, Kragan, Sarang, Pamotan, Sumber dan Kec. Kaliori.

Kekalahan tersebut menunjukkan peta politik di tingkat desa bergerak sangat dinamis. Belum lagi pengaruh faktor rekam jejak selama incumbent menjabat, juga menjadi bahan pertimbangan masyarakat menentukan pilihan.

Anggota Komisi A Bidang Pemerintahan DPRD Rembang, Puji Santoso, hari Kamis (01 Desember 2016) menuturkan berdasarkan prediksi di atas kertas, calon Kades incumbent akan sulit dikalahkan, jika selama menduduki kursi kepala desa kinerjanya bagus dan giat melayani masyarakat. Sama halnya seperti anggota DPRD, kalau selama menjabat serius memperhatikan daerah konstituennya, peluang untuk terpilih lagi akan terbuka.  Menurutnya, kekalahan calon incumbent dipicu sejumlah sebab.

Misalnya, kinerja dianggap kurang memuaskan masyarakat, tersandung kasus atau faktor lain. Manakala muncul figur calon baru, mendapatkan dukungan, karena warga ingin perubahan. Fenomena ini bisa menjadi bahan pembelajaran bagi para calon Kades terpilih, agar serius mengemban amanah rakyat. Kalau memiliki raport kinerja bagus, secara tidak langsung menjadi investasi untuk Pilkades musim berikutnya. Apalagi kepala desa sekarang, mempunyai kesempatan menjabat 3 kali periode, tiap periode rentang waktunya 6 tahun.

Jika di belasan desa, mantan Kades gagal terpilih, di sisi lain ada pula mantan Kades yang memenangkan pertarungan.

Salah satunya Bathi, Mantan Kades Banggi Pethak Kec. Kaliori. Ia berhasil meraup 726 suara, sedangkan lawannya mengantongi 508 suara.

Bathi mengatakan jangan diartikan seorang incumbent akan dengan mudah meraih kemenangan. Justru mempertahankan tak kalah berat, dibandingkan saat meraihnya dulu. Apalagi tensi politik di desanya cenderung meningkat, sejak setengah tahun lalu. Ketika ditanya tips kemenangannya, ia menjawab singkat dengan cara mengoptimalkan tim sukses di tingkat RT dan pendekatan kepada pemilih dari hati ke hati.

Bathi menambahkan pasca Pilkades akan menjadi masa rekonsiliasi. Ia siap merangkul calon yang tidak terpilih bersama pendukungnya, untuk bersama – sama membangun desa. Program – program yang belum tuntas, tentu butuh dukungan semua masyarakat.

Setelah Pilkades serentak di 43 desa, berdasarkan jadwal tahapan, kalau tidak ada perubahan, Bupati Rembang akan melantik calon Kades terpilih pada tanggal 13 Desember 2016. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *