Flash News
No posts found

Dikira Main Ke Rumah Saudara, Santri Ponpes Tewas Mengapung Di Bak Air

Polisi mengecek kondisi jasad korban, Kamis pagi.

Polisi mengecek kondisi jasad korban, Kamis pagi.

Sulang – Seorang santri pondok pesantren Al Barkah desa Sulang Kec. Sulang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, terapung di dalam bak penampungan air, Kamis (01 Desember 2016) sekira pukul 06.30 WIB.

Korban adalah Muhammad Arif Saefudin (14 tahun), warga desa Banyurip Kec. Gunem. Ia baru lima bulanan mondok di tempat tersebut.

Menurut berbagai informasi yang dikumpulkan Reporter R2B, cerita bermula pada Rabu sore, korban bermain bola volley bersama teman – temannya. Seusai olahraga, korban akan mengambil air di bak penampungan. Karena air tidak penuh, ia naik ke atas bak dekat lubang, dengan cara menggunakan gayung. Diduga korban terjatuh ke dalam bak. Lantaran yang bersangkutan tidak bisa berenang, akhirnya M. Arif Syaefudin tewas tenggelam.

Penghuni pondok pesantren tidak ada yang mengetahui langsung peristiwa tersebut. Saat Arif Syaefudin tak terlihat Rabu malam, rekan – rekannya mengira pergi ke rumah saudaranya. Barulah ketika Kamis pagi, ada santri pondok pesantren, Ahmad Ilyas Bashori saat akan mengambil air untuk memasak, memergoki jasad korban sudah mengapung di dalam bak. Pengurus Ponpes selanjutnya melaporkan kejadian itu kepada aparat Polsek Sulang.

Kepala Desa Banyurip Kec. Gunem, Nono Suwarno mengaku cukup kaget begitu menerima informasi tersebut. Kebetulan korban adalah anak dari salah satu perangkat desa Banyurib. Ia bersama perwakilan keluarga mendatangi TKP, sekaligus membawa jenazah korban ke rumah duka. Nono meminta pihak kepolisian menyelidiki secara mendalam atas meninggalnya M. Arif Syaefudin. Apakah ada unsur kesengajaan atau tidak. Kalau memang murni kecelakaan, keluarga korban sendiri sudah berusaha mengikhlaskan, meski sangat syock.

Kapolsek Sulang, AKP Haryanto menyatakan pihaknya mendatangkan Tim Identifikasi Polres Rembang dan dokter Puskesmas Sulang. Hasil pengecekan bak, kedalaman air mencapai 2 meter lebih, sehingga memungkinkan korban tenggelam setelah terjatuh. Khusus pemeriksaan dari dokter, tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi menduga korban meninggal dunia, lantaran kurang hati – hati sewaktu mengambil air dan terjatuh ke dalam bak.

Sementara itu, kepergian Muhammad Arif Syaefudin menyisakan duka mendalam di tengah keluarganya. Sang ibu bahkan sempat jatuh pingsan, tak percaya buah hatinya akan menghadap sang Ilahi secepat itu. Usai disucikan, jenazah korban dimakamkan di pemakaman umum desa Banyurip Kec. Gunem, Kamis pukul 11.00 siang. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *