Flash News
No posts found

Banyak Yang Menabrak Aturan, Kragan Mendominasi

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto menunjukkan Miras yang diamankan dari desa Kebloran Kec. Kragan, Jum’at malam.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto menunjukkan Miras yang diamankan dari desa Kebloran Kec. Kragan, Jum’at malam.

Rembang – Tim gabungan Pemkab Rembang dipimpin Wakil Bupati, Bayu Andriyanto sejak Jum’at malam hingga Sabtu dini hari (10 Desember 2016) kembali mengoperasi usaha kafe yang belum mengantongi izin maupun usaha berizin rumah makan, namun memiliki fasilitas karaoke, sehingga melanggar ketentuan.

Tim gabungan kali pertama menyisir kawasan dalam kota Rembang. Mulai dari Rumah Makan Pondok Asri, TerrasKota yang kini membuka karaoke dan kafe yang menempati lahan bekas kantor Dishubkominfo. Setelah itu tim bergeser ke kafe di desa Pohlandak Kec. Pancur. Usai dari Pancur, petugas Satpol PP mendatangi kafe Segara di desa Kebloran Kec. Kragan, kafe Jaya Putri desa Sendangwaru Kec. Kragan, kafe Weka desa Tanjungan Kec. Kragan, kafe karaoke di desa Karangharjo Kec. Kragan, serta kafe JM desa Bogorejo Kec. Sedan.

Kafe yang tidak berizin, selanjutnya disegel. Pemilik diminta untuk mengurus izin sesuai prosedur ke Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KPPT). Begitu pula rumah makan yang menyalahgunakan izin, mendapatkan peringatan keras dan wajib mematuhi kriteria usaha.

Dari sekian banyak kafe, kecamatan Kragan paling mencolok. Jumlah kafe karaoke liar belakangan terus bertambah dan kerap memicu keresahan masyarakat. Hal itu karena peredaran minuman keras maupun kerawanan perkelahian antar warga.

Camat Kragan, Mashadi mengakui banyak tempat usaha yang menyalahi aturan. Kecamatan sudah berulang kali mengadakan pembinaan. Tak kunjung membaik, maka untuk penanganannya dilimpahkan kepada Pemkab Rembang. Sebenarnya, Barisan serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama sempat mengancam akan menggelar sweeping, kalau tidak ada penertiban. Ia menghimbau jangan bertindak sendiri. Sebagai gantinya camat kemudian minta kaos Banser dan sengaja dipakai selama penertiban Jum’at malam, untuk menunjukkan bahwa organisasi di luar pemerintah, juga turut mengawasi.

Wakil Bupati Rembang, Bayu Andriyanto menjelaskan pada tahap awal Pemkab akan melakukan penanganan kooperatif. Jika diarahkan baik – baik ternyata mereka masih membandel, hal itu pilihan yang bersangkutan. Tapi Pemkab tentu akan mengambil tindakan lebih tegas. Upaya tersebut untuk menjawab keluhan masyarakat, karena jika dibiarkan, keberadaan kafe karaoke liar rentan memicu masalah sosial. Bayu menegaskan tak akan membeda – bedakan selama operasi penertiban.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan juga mengamankan sedikitnya 117 botol minuman keras. Paling banyak dari rumah Bu Rebo, warga desa Kebloran Kec. Kragan. Miras disita, karena kadar alkoholnya melebihi 5 %. Soal penanganan lebih lanjut, Pemkab akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian, agar pemilik Miras diproses hukum. (MJ – 81).

1 Komentar

  1. Martono

    kami mau memlaporkan hiburan malam di sekitar kami,
    alamat: kebloran
    rt/rw : 005/002
    kel/besa : kebloran
    kecamatan : kragan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *