Flash News
No posts found

Rela Menyamar Jadi Orang Gila, Kinerja Tim Saber Masih Diragukan

Seorang warga melintas di dekat spanduk berisi Stop Pungli di sekitar Perempatan Galonan Rembang. Masyarakat kini menantikan kinerja Tim Saber Pungli.

Seorang warga melintas di dekat spanduk berisi Stop Pungli di sekitar Perempatan Galonan Rembang. Masyarakat kini menantikan kinerja Tim Saber Pungli.

Rembang – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kab. Rembang membantah anggapan sejumlah kalangan bahwa tim tidak bertaji, gara – gara merasa sungkan dalam menindak pelaku yang umumnya dari lingkup birokrasi pemerintah maupun aparat penegak hukum.

Ketua Tim Saber Pungli yang juga Wakil Kepala Polres Rembang, Kompol Pranandya Subyakto menyatakan waktu yang akan membuktikan bahwa Tim Saber Pungli benar – benar serius memerangi pungutan liar, tanpa pandang bulu. Saat ini, anggota Pokja intelijen mulai bergerak menggalang informasi. Mereka telah mengantongi sejumlah target. Apabila ada pelaku yang tertangkap, pihaknya menyiapkan 2 langkah penindakan. Bisa diserahkan kepada pimpinan instansi yang bersangkutan untuk dibina atau diteruskan ke jalur hukum. Mengenai anggaran Tim Saber Pungli, rencananya dialokasikan oleh Pemkab Rembang sebesar Rp 750 juta.

Bupati Rembang, Abdul Hafidz menjelaskan total ada 60 orang masuk dalam Tim Saber Pungli. Namun hanya 2 personel yang identitasnya dibuka untuk umum, yakni Ketua Kompol Pranandya Subyakto dan Wakil Ketua dipegang Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Rembang, Rizal Ramdhani. Selebihnya 58 orang dirahasiakan dan bergerak secara diam – diam. Ada yang menyamar sebagai petani, pemulung bahkan berpenampilan seperti orang gila, untuk mengumpulkan data – data lapangan, terkait praktek pungutan liar. Maka Bupati menghimbau kepada aparat desa, kecamatan, kabupaten maupun institusi lain untuk waspada. Bagaimanapun upaya ini adalah tindak lanjut perintah dari presiden, sehingga akan dikawal secara berkelanjutan.

Sementara itu, Abdullah, seorang warga di Kec. Lasem meragukan Tim Saber Pungli akan sanggup memberantas Pungli, apabila komposisi anggotanya tidak melibatkan orang – orang independen, di luar institusi pemerintah dan aparat penegak hukum. Ia khawatir ruang gerak Tim Saber Pungli rawan tersandera oleh kepentingan dari dalam tim itu sendiri. Akibatnya, penindakan menjadi tebang pilih. Abdullah juga menyarankan Tim Saber Pungli menyediakan nomor hotline, untuk mempermudah masyarakat menyampaikan informasi praktek pungutan liar. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *