Flash News
No posts found

Kemenag Rembang Ikut Lega, Berharap Antrean Terurai

Jemaah haji Kab. Rembang banyak yang sudah berusia lanjut.

Jemaah haji Kab. Rembang banyak yang sudah berusia lanjut.

Rembang – Kementerian Agama Kab. Rembang menyambut baik rencana penambahan kuota jemaah haji untuk Indonesia. Jika sebelumnya pada tahun 2016 168.800 orang, akan ditambah 52.200 atau totalnya menjadi 221.000 jemaah.

Kepala Seksi Penyelanggara Haji Dan Umroh Kementerian Agama Kab. Rembang, Salechuddin, Kamis pagi (12 Januari 2017) mengatakan pihaknya masih harus menunggu pemberitahuan tertulis. Namun kalau hal itu sudah diumumkan presiden Joko Widodo, tentu perangkat di daerah tinggal menunggu saja perkembangan lebih lanjut.

Apalagi kuota haji selama ini dibagi berdasarkan kuota provinsi, bukan mengacu tiap kabupaten/kota. Ia mencontohkan kuota haji provinsi Jawa Tengah sempat dikurangi dan jika dikembalikan 100 %, angkanya mencapai 29 ribu orang. Harapannya memberikan dampak positif bagi Kab. Rembang. Antrean haji akan semakin terurai, sehingga jadwal keberangkatan menjadi lebih cepat.

Sebelum penambahan kuota, ketika warga mendaftar hari ini, baru akan berangkat tahun 2039 mendatang atau menunggu sampai 23 tahun. Begitu kuota haji ditambah, seandainya bisa lebih cepat 2 atau 3 tahun, tentu sudah sangat lumayan.

Ketika ditanya bagaimana dengan nasib keberangkatan calon jemaah haji yang berusia lanjut ? Salechuddin menambahkan tidak ada kuota khusus, namun biasanya diambilkan dari jatah kursi jemaah yang batal melunasi tabungan haji. Tahun 2016 lalu, jemaah Kab. Rembang hanya kebagian 2 orang. Ia membenarkan pendaftar haji berumur 75 tahun keatas di Kab. Rembang masih banyak.

Sementara itu, Maghfiroh, seorang warga di Kec. Sedan mengaku kakeknya berusia 63 tahun sudah mendaftar ke bank, ingin menunaikan ibadah haji ke tanah suci.
Beberapa kali jatuh sakit, sehingga sempat membuatnya khawatir niat untuk berhaji tidak terlaksana. Ia berharap pemerintah lebih serius memprioritaskan jemaah berusia lanjut. Terlepas dari semua itu, Maghfiroh akhirnya memilih memperbanyak do’a, karena berhaji merupakan panggilan Allah. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *