Flash News
No posts found

Bimbel Gratis Dibuka, Kebanjiran Peserta

Suasana Bimbel Bahasa Inggris gratis di desa Meteseh Kec. Kaliori, Jum’at sore.

Suasana Bimbel Bahasa Inggris gratis di desa Meteseh Kec. Kaliori, Jum’at sore.

Kaliori – Dikala banyak pihak marak mengkomersilkan dunia pendidikan, justru berbeda dengan warga desa Meteseh Kec. Kaliori, yang membuka layanan bimbingan belajar (Bimbel) Bahasa Inggris secara gratis, mulai beroperasi perdana Jum’at sore (13 Januari 2017).

Kegiatan Bimbel gratis tersebut diprakarsai oleh kelompok Karang Taruna Bina Karya Bhakti desa Meteseh.
Seksi Usaha Karang Taruna Bina Karya Bhakti, Suko “tiwil” Siswanto menceritakan ide membuka bimbingan belajar Bahasa Inggris gratis itu bermula dari keprihatinan melihat anak – anak di kampungnya sering mengeluh kesulitan mengerjakan soal Bahasa Inggris ketika pelajaran di sekolah. Karang Taruna kemudian mencari relawan tenaga pengajar. Kebetulan sang isteri, Dewi Pertiwi (22 tahun) yang sehari – hari menjadi ibu rumah tangga siap menerima tawaran tersebut, mengingat punya bekal ilmu Bahasa Inggris semasa memperoleh beasiswa pendidikan di Belanda.

Baru beberapa hari diumumkan, sudah 70 anak mendaftarkan diri. Tidak hanya warga desa Meteseh saja, tapi ada pula yang berasal dari luar kampung.

Suko Siswanto menambahkan Bimbel gratis bukanlah kebetulan. Yang pertama, supaya peminat banyak dulu. Lagipula ia dan isterinya memang terbiasa menjadi relawan. Tiap terjadi bencana – bencana besar, sudah sering ikut membantu tenaga. Mulai bencana longsor Banjarnegara hingga letusan gunung Merapi yang menewaskan Mbah Marijan, beberapa tahun lalu.

Sempat terlintas kegalauan, sudah berperan di luar daerah, saatnya sekarang lebih mencurahkan perhatian bagi kampung halamannya. Harapan pria berusia 29 tahun ini sederhana. Ilmu yang dimiliki anggota Karang Taruna dapat bermanfaat untuk masyarakat secara luas. Paling tidak anak – anak dapat latihan soal, belajar kelompok dan mematangkan percakapan memakai Bahasa Inggris. Apalagi Bahasa Inggris semakin dibutuhkan, ditengah – tengah perkembangan globalisasi.

Terkait ruangan, pihaknya memilih sebuah bangunan di belakang Balai Desa Meteseh. Kapasitasnya mampu menampung 40 anak. Sementara sistem pembelajaran dibagi seminggu 3 kali, menyesuaikan kelompok umur.

Kedepan Karang Taruna Bina Karya Bhakti tak melulu mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris saja kepada anak – anak. Jika kelak semakin berkembang dan ternyata peminatnya banyak, pengajar mata pelajaran lain bahkan berencana membantu. Kebetulan anggota Karang Taruna juga ada yang berprofesi sebagai guru. Karena gratis, tentu saja mereka sudah siap konsekuensi tidak dibayar sepeserpun. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *