Flash News
No posts found

Terlihat Menakutkan, Pusaran Lisus Terjang Puluhan Rumah

Pusaran angin puting beliung. (gambar atas). Kerja bhakti membersihkan puing bangunan yang roboh, Jum’at pagi.

Pusaran angin puting beliung. (gambar atas). Kerja bhakti membersihkan puing bangunan yang roboh, Jum’at pagi.

Lasem – Pusaran angin lisus atau puting beliung menerjang desa Bonang Kec. Lasem, Kamis petang (12/01) menjelang Maghrib. Akibatnya, 2 bangunan roboh, 2 rusak sedang dan 20 an lainnya rusak ringan.

Terjangan angin puting beliung sempat direkam oleh warga melalui kamera telefon selular. Tampak gumpalan awan hitam pekat berputar – putar dari arah laut pesisir pantai utara Jawa, kemudian bergerak ke selatan dan akhirnya menghantam desa Bonang Kec. Lasem. Tiupan angin kurang dari 5 menit, namun sudah membuat masyarakat ketakutan.

Samid, seorang warga yang warungnya turut roboh di pinggir jalur Pantura perbatasan desa Bonang – Tasiksono menceritakan setelah melihat mendung hitam pekat itu, ia buru – buru menutup warung. Padahal kalau hari biasa, baru tutup sehabis Isya’. Saat pusaran angin mendekati warungnya, mendadak pecah menjadi dua. Yang pusaran besar ke arah laut, sedangkan pusaran kecil menuju kampung. Warungnya ternyata langsung tersapu. Banyak barang perabotan rusak. Begitu pula dagangan, sebagian besar tak bisa diselamatkan lagi.

Kepala Desa Bonang Kec. Lasem, Syaeful Sodiqin menjelaskan masing – masing RT sudah melaporkan kerusakan. Totalnya 24 bangunan terdampak angin lisus.

Seusai kejadian, relawan, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI – Polri bersama masyarakat membersihkan puing – puing bangunan. Pohon tumbang juga disingkirkan. Termasuk jaringan kabel listrik yang sempat padam, mulai dibenahi.

Koordinator Barisan Serba Guna (Banser) Nahdlatul Ulama Kab. Rembang, Zaenal “Gondez” mengungkapkan pihaknya mengerahkan 40 an anggota, guna membantu kerja bhakti. Mereka disebar ke sejumlah titik di desa Bonang.

Pemkab Rembang mulai menyalurkan bantuan, Jum’at pagi. Selain paket Sembako, petugas Palang Merah Indonesia (PMI) juga menyerahkan uang santunan. Sekretaris PMI Kab. Rembang, Edi Murwanto memperinci untuk rumah yang rusak ringan diberi Rp 150 ribu, rusak sedang Rp 500 ribu dan bangunan roboh dikucuri Rp 1 juta.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Rembang, Suharso menyampaikan upaya gotong royong dari banyak pihak, membuat pemulihan pasca bencana berlangsung cepat.

Suharso menambahkan angin puting beliung ini diprediksi menjadi salah satu tanda datangnya masa peralihan, dari musim penghujan ke musim kemarau. Tiap kali suhu udara terasa panas, disertai kemunculan awan hitam pekat, ia menghimbau masyarakat waspada, karena kondisi tersebut berpotensi menimbulkan angin puting beliung dan petir. (MJ – 81).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *